Investasi Rp1.010 Triliun pada Semester I 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
BKPM mencatat investasi Indonesia mencapai Rp1.010,6 triliun pada semester I 2026 dan menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja baru.
Faktakalbar.id - Realisasi investasi di Indonesia sepanjang semester I 2026 mencapai Rp1.010,6 triliun dan mampu menyerap sekitar 1,45 juta tenaga kerja baru. Capaian tersebut menunjukkan investasi masih menjadi salah satu sumber penciptaan lapangan kerja di sektor riil.
Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat, investasi tersebut menyerap sebanyak 1.448.000 tenaga kerja berdasarkan laporan yang disampaikan Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM, Nurul Ichwan. Penyerapan tenaga kerja berasal dari proyek investasi yang dijalankan investor dalam negeri maupun asing.
Nurul menjelaskan, tenaga kerja yang tercatat bukan berasal dari rekrutmen pegawai pemerintah, melainkan dari kegiatan usaha dan proyek investasi yang terealisasi. Data penyerapan tenaga kerja dihimpun melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) yang disampaikan perusahaan kepada kementerian terkait.
Dalam lima tahun terakhir, penyerapan tenaga kerja dari investasi langsung menunjukkan tren peningkatan. Pertumbuhannya rata-rata mencapai 22,4 persen, menurut data yang disampaikan Nurul. Investasi dinilai tidak hanya membawa modal, tetapi juga membuka peluang alih teknologi dan pengetahuan dalam kegiatan usaha di Indonesia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, sebelumnya menyampaikan bahwa realisasi investasi semester I 2026 tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Nilainya setara dengan 49,5 persen dari target investasi nasional 2026 sebesar Rp2.041,3 triliun.
Dari total tersebut, penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp507,6 triliun, sedangkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) tercatat Rp502,9 triliun. Investasi di luar Pulau Jawa mencapai Rp507,8 triliun atau sekitar 50,2 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan investasi di Pulau Jawa yang sebesar Rp502,8 triliun.
Sektor industri logam dasar dan barang logam menjadi salah satu sektor dengan kontribusi investasi terbesar. Selain itu, investasi juga mengalir ke sektor jasa lainnya, pertambangan, transportasi, pergudangan, telekomunikasi, serta perumahan dan kawasan industri.
Pemerintah terus mendorong peningkatan investasi untuk memperluas kegiatan usaha dan kesempatan kerja. Capaian semester pertama ini menjadi salah satu indikator dalam mengejar target investasi tahunan, meskipun realisasi sepanjang tahun tetap bergantung pada perkembangan proyek dan kegiatan usaha pada semester berikutnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.