Hotspot Kepercayaan Tinggi di Ketapang Bertambah, BMKG Soroti Minim Hujan
Faktakalbar.id - Sebanyak 24 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kabupaten Ketapang pada Minggu (4/10/2026) hingga pukul 23.00 WIB.
Faktakalbar.id - Sebanyak 24 titik panas atau hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kabupaten Ketapang pada Minggu (4/10/2026) hingga pukul 23.00 WIB.
Jumlah tersebut meningkat dibandingkan sehari sebelumnya ketika hanya delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di wilayah yang sama.
Prakirawan Cuaca BMKG Supadio Pontianak Imawan M.Stakim mengatakan peningkatan hotspot tersebut berkaitan dengan minimnya potensi curah hujan di Ketapang.
"Jumlah sebaran hotspot pada Minggu 4 Oktober 2026 dengan kepercayaan tinggi sebanyak 24 titik di Kabupaten Ketapang mengalami kenaikan jika dibandingkan pada Sabtu 3 Oktober 2026 yang hanya 8 titik di daerah yang sama. Kondisi ini dikarenakan masih minimnya potensi curah hujan di wilayah itu, meski sejumlah wilayah Kalbar lainnya sempat diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang," kata Imawan.
Sementara itu, 13 kabupaten dan kota lainnya di Kalbar tidak tercatat memiliki hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi berdasarkan pemantauan tersebut.
Kondisi di Ketapang menjadi perhatian karena wilayah tersebut juga diprakirakan memiliki potensi kemudahan terbakar dalam sepekan ke depan.
Imawan mengatakan peluang hujan masih terdapat di sejumlah wilayah Kalbar pada 5 hingga 11 Oktober 2026.
Hujan diprakirakan turun dengan intensitas ringan hingga sedang, terutama di sejumlah wilayah bagian utara dan timur.
Namun, potensi hujan harian diperkirakan menurun pada 6 hingga 8 Oktober 2026.
"Meski sejumlah wilayah berpotensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang, namun pada periode yang sama beberapa wilayah di Kalbar juga harus perlu mewaspadai kemudahan terjadinya karhutla terutama di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara, karena di dua kabupaten masih minim potensi hujannya," kata Imawan.
Potensi kemudahan terjadinya karhutla diperkirakan berlangsung sepanjang 5 hingga 11 Oktober 2026.
"Dalam sepakan kedepan, perlu diwaspadai juga potensi kemudahan terjadinya karhutla pada tanggal 5 hingga 11 Oktober dan terjadinya karhutla tertinggi terjadi pada tanggal 7 hingga 9 Oktober 2026 terutama bagian selatan Kalbar, yaitu Ketapang dan Kayong Utara," tutur Imawan.
Selain Ketapang dan Kayong Utara, pertumbuhan awan konvektif juga terpantau di sejumlah wilayah Kalbar berdasarkan citra satelit pada 4 Oktober 2026 pukul 16.00 WIB.
Wilayah tersebut mencakup Sambas, Bengkayang, Mempawah, Landak, Kubu Raya, Sanggau, Sintang, Kapuas Hulu, Kota Pontianak dan Kota Singkawang.
Data hotspot tersebut menunjukkan perlunya pemantauan kondisi lahan dan cuaca secara berkelanjutan, terutama di wilayah dengan curah hujan yang masih rendah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.