Hotspot Kalbar Tembus 262 Titik, Potensi Karhutla Perlu Diwaspadai 3–9 Oktober
Faktakalbar.id - Sebanyak 262 titik panas atau hotspot kategori tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat hingga Jumat (2/10/2026) pukul 17.00 WIB dan kondisi yang mendukung kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada 3–9 Oktober 2026.
Faktakalbar.id - Sebanyak 262 titik panas atau hotspot kategori tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat hingga Jumat (2/10/2026) pukul 17.00 WIB dan kondisi yang mendukung kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada 3–9 Oktober 2026.
Data tersebut berasal dari pemantauan BMKG Kelas I Supadio Pontianak terhadap sejumlah wilayah di Kalimantan Barat.
Jumlah hotspot kategori tinggi pada 2 Oktober meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 47 titik.
Hotspot pada 1 Oktober tersebut tersebar di lima kabupaten di Kalimantan Barat.
Sementara pada 2 Oktober, 262 hotspot terdeteksi di empat kabupaten.
Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot kategori tinggi paling banyak.
Sebanyak 247 hotspot terdeteksi di Ketapang hingga sore 2 Oktober 2026.
Jumlah tersebut meningkat jauh dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 37 titik.
Selain Ketapang, hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Melawi dengan 10 titik.
Kabupaten Sintang dan Sanggau masing-masing tercatat memiliki dua hotspot kategori tinggi.
Pemantauan titik panas dilakukan melalui sensor VIIRS dan MODIS pada satelit Polar.
Satelit yang digunakan mencakup NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA.
Teknologi tersebut mendeteksi anomali suhu panas pada suatu wilayah dibandingkan dengan area di sekitarnya.
Data hotspot kemudian dapat digunakan sebagai indikasi awal lokasi yang perlu mendapat perhatian terkait kemungkinan kebakaran hutan dan lahan.
Peningkatan jumlah hotspot terjadi ketika sejumlah wilayah Kalimantan Barat masih mengalami hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dalam beberapa hari terakhir.
Untuk periode 3–9 Oktober 2026, BMKG memprakirakan potensi kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai di wilayah Kalimantan Barat.
Pada periode tersebut, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang juga diperkirakan masih terjadi secara merata di seluruh kabupaten dan kota.
Kondisi hujan tersebut menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam melihat perkembangan cuaca dan potensi karhutla di Kalimantan Barat.
Sementara itu, tingginya jumlah hotspot pada awal Oktober menunjukkan perlunya pemantauan terhadap wilayah yang terdeteksi memiliki anomali suhu panas.
Data hotspot bersifat sebagai informasi awal sehingga kondisi di lapangan tetap perlu diverifikasi untuk memastikan adanya kebakaran.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.