faktakalbar

Hotspot di Ketapang Terus Melonjak, BMKG Catat 247 Titik Panas hingga 2 Oktober 2026

Faktakalbar.id - Jumlah titik panas atau hotspot kategori tinggi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, meningkat tajam hingga Jumat (2/10/2026) sore berdasarkan data pemantauan BMKG Kelas I Supadio Pontianak.

Penulis: Natash Saturday, 03 October 2026 📖 1 menit
Hotspot di Ketapang Terus Melonjak, BMKG Catat 247 Titik Panas hingga 2 Oktober 2026
Peta sebaran hotspot di Kalimantan Barat menunjukkan Kabupaten Ketapang menjadi wilayah dengan titik panas kategori tinggi terbanyak hingga 2 Oktober 2026. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Jumlah titik panas atau hotspot kategori tinggi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, meningkat tajam hingga Jumat (2/10/2026) sore berdasarkan data pemantauan BMKG Kelas I Supadio Pontianak.

Data BMKG mencatat sebanyak 262 hotspot kategori tinggi terdeteksi di Kalimantan Barat hingga 2 Oktober 2026 pukul 17.00 WIB.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 247 titik berada di Kabupaten Ketapang.

Jumlah hotspot di Ketapang meningkat dibandingkan sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 37 titik.

Secara keseluruhan, jumlah hotspot kategori tinggi di Kalimantan Barat juga meningkat dibandingkan data 1 Oktober 2026.

Pada 1 Oktober, BMKG mencatat terdapat 47 hotspot kategori tinggi yang tersebar di lima kabupaten di Kalimantan Barat.

Selain Ketapang, hotspot pada 2 Oktober terdeteksi di sejumlah wilayah lainnya.

Kabupaten Melawi tercatat memiliki 10 hotspot kategori tinggi.

Sementara Kabupaten Sintang dan Sanggau masing-masing terdeteksi memiliki dua hotspot.

Data tersebut menunjukkan Ketapang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot kategori tinggi paling banyak pada periode pemantauan tersebut.

Pemantauan hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS yang terpasang pada sejumlah satelit penginderaan jauh.

Satelit yang digunakan dalam pemantauan tersebut antara lain NOAA20, S-NPP, TERRA, dan AQUA.

Sensor pada satelit mendeteksi anomali suhu permukaan yang berbeda dibandingkan kondisi wilayah di sekitarnya.

Hasil deteksi kemudian digunakan untuk memberikan gambaran mengenai lokasi yang berpotensi mengalami kebakaran hutan dan lahan.

Meski sejumlah wilayah Kalimantan Barat sempat mendapat hujan ringan hingga sedang dalam beberapa hari terakhir, jumlah hotspot pada 2 Oktober tercatat meningkat.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena peningkatan titik panas dapat berkaitan dengan aktivitas pembakaran atau kebakaran lahan yang perlu diverifikasi di lapangan.

BMKG juga memperkirakan kondisi yang mendukung kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai di Kalimantan Barat.

Periode yang perlu mendapat perhatian tersebut berlangsung pada 3 hingga 9 Oktober 2026.

Di sisi lain, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Barat pada periode yang sama.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK