Helikopter Water Bombing Padamkan 2 Hektare Karhutla di Mempawah
Faktakalbar.id - Helikopter water bombing MI-172 memadamkan sekitar 2 hektare lahan yang terbakar di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Faktakalbar.id - Helikopter water bombing MI-172 memadamkan sekitar 2 hektare lahan yang terbakar di Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Pemadaman dilakukan melalui satu sortie penerbangan dengan 28 kali penjatuhan air atau water drop sebanyak total 112.000 liter.
Mitra BNPB dari operator PT Gunung Selatan, Andi Cahyo, mengatakan luas lahan yang diperkirakan terbakar di lokasi tersebut mencapai 4 hektare.
"Perkiraan lahan terbakar di lokasi itu seluas 4 hektare dan Alhamdulillah, pilot dan crew kami berhasil memadamkan 2 hektare," kata Andi Cahyo, Minggu malam.
Operasi udara tersebut menggunakan helikopter MI-172 dengan nomor registrasi VN-8424 untuk menjangkau area kebakaran di wilayah Mempawah Hilir.
Namun, proses pemadaman tidak berjalan sepenuhnya optimal karena jarak pandang di lokasi menurun hingga kurang dari satu kilometer.
Andi menjelaskan kondisi jarak pandang saat helikopter berangkat dari Lanud Supadio masih tergolong baik, tetapi memburuk ketika kru tiba di area kebakaran.
"Saat kami melakukan penerbangan dari Lanud Supadio, kondisi visibility masih sangat baik, namun ketika tiba di lokasi kondisi visibility mulai mengalami penurunan hingga di bawah 1 km, sehingga pelaksanaan water bombing kurang maksimal. Namun, berkat pengalaman dari pilot dan crew kami, Alhamdulillah, kami bisa melakukan misi pemadaman dengan lahan yang berhasil kami padamkan seluas 2 hektare," ujar Andi Cahyo.
Dengan perkiraan luas kebakaran mencapai 4 hektare, sekitar 2 hektare lainnya belum termasuk dalam area yang berhasil dipadamkan melalui operasi tersebut.
Kondisi ini membuat penanganan sisa lahan terbakar masih menjadi perhatian dalam upaya pemadaman karhutla di kawasan itu.
Penggunaan helikopter memungkinkan air dijatuhkan langsung dari udara ke area kebakaran, tetapi pelaksanaannya tetap dipengaruhi kondisi cuaca dan jarak pandang.
Dalam laporan tersebut, belum terdapat informasi lebih lanjut mengenai penyebab kebakaran di Desa Pasir maupun perkembangan pemadaman pada sisa area yang terbakar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.