Helikopter MI-172 Hadapi Awan Cumulonimbus Saat Padamkan Karhutla di Kayong Utara
Faktakalbar.id - Helikopter MI-172 milik BNPB menghadapi kendala cuaca saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Jumat (2/10/2026).
Faktakalbar.id - Helikopter MI-172 milik BNPB menghadapi kendala cuaca saat melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara, Jumat (2/10/2026).
Helikopter MI-172 dengan registrasi VN-8424 yang dioperasikan PT Gunung Selatan tersebut berhasil menjalankan dua sortie untuk melakukan water bombing di lokasi karhutla.
Dalam dua sortie itu, kru melakukan total 40 kali water drop dengan 80.000 liter air yang dijatuhkan ke area terdampak karhutla.
Mitra BNPB dari PT Gunung Selatan, Andi Cahyo, mengatakan kondisi di lokasi masih berasap ketika kru meninggalkan area setelah menjalankan masing-masing sortie.
"Untuk sortie pertama, kami melakukan 20 kali water drop dengan 80.000 liter air di Desa Rantau Panjang, Kecamatan Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Namun pada saat kami meninggalkan area, kondisinya masih berasap tebal. Pada sortie kedua, kami melakukan 20 kali water drop dan saat kami meninggalkan area, lokasi tersebut masih berasap," kata Andi Cahyo usai mengikuti briefing bersama tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusdalops BPBD Kalbar, Jumat (2/10/2026) malam.
Selain kondisi asap di lokasi pemadaman, penerbangan juga menghadapi kendala jarak pandang akibat pertumbuhan awan konvektif.
Andi menjelaskan awan Cumulonimbus menjadi salah satu faktor yang harus diperhitungkan selama penerbangan menuju wilayah operasi.
Menurut dia, awan tersebut tumbuh dengan bentuk yang menjulang tinggi dan padat sehingga memengaruhi kondisi penerbangan.
Kondisi tersebut juga disertai hujan ketika helikopter melakukan perjalanan dari Kota Pontianak menuju Kabupaten Kayong Utara.
" Awan Cumulonimbus tentu menjadi kendala dalam penerbangan, dan pasti akan selalu dihindari. Tetapi saat kami menghindari, masih terdapat kumpulan awan konvektif dan kondisi ini tentu menjadi tantangan dan kendala bagi kami. Namu dengan pengalaman dan professionalisme serta perhitungan dari crew kami, Alhamdulillah, crew kami dapat menembus awan tersebut sehingga misi water bombing bisa kami lakukan dengan maksimal di lokasi," ucap Andi Cahyo.
Meski menghadapi kondisi cuaca tersebut, helikopter MI-172 tetap dapat melaksanakan dua sortie pemadaman di wilayah Rantau Panjang.
Kondisi asap yang masih terlihat setelah pemadaman menunjukkan operasi water bombing dilakukan di tengah kondisi karhutla yang masih berlangsung.
Pemadaman dari udara menjadi salah satu upaya untuk menjangkau area karhutla yang menjadi sasaran operasi di Kabupaten Kayong Utara.
Operasi tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi penerbangan, jarak pandang, pertumbuhan awan, serta kondisi lokasi yang menjadi target water bombing.
Hingga pelaksanaan dua sortie pada Jumat (2/10/2026), kru MI-172 telah menjatuhkan 80.000 liter air dalam 40 kali water drop di Desa Rantau Panjang.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.