faktakalbar

Gotong Royong di Jalan Pelabuhan Rakyat Pontianak Soroti Saluran Air dan Infrastruktur Lingkungan

Faktakalbar.id - Persoalan saluran air dan infrastruktur lingkungan menjadi perhatian dalam kegiatan gotong royong di kawasan Jalan Pelabuhan Rakyat, Gang Karya Tani 3 dan Gang Usaha Bersama 1, Pontianak, Minggu (4/10/2026).

Penulis: Wati Sunday, 04 October 2026 📖 1 menit
Gotong Royong di Jalan Pelabuhan Rakyat Pontianak Soroti Saluran Air dan Infrastruktur Lingkungan
Kegiatan gotong royong di kawasan Jalan Pelabuhan Rakyat, Pontianak, turut menyoroti kondisi saluran air dan infrastruktur lingkungan yang membutuhkan tindak lanjut. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Persoalan saluran air dan infrastruktur lingkungan menjadi perhatian dalam kegiatan gotong royong di kawasan Jalan Pelabuhan Rakyat, Gang Karya Tani 3 dan Gang Usaha Bersama 1, Pontianak, Minggu (4/10/2026).

Kegiatan tersebut tidak hanya diarahkan untuk membersihkan lingkungan, tetapi juga menemukan sejumlah persoalan yang membutuhkan tindak lanjut.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kondisi saluran primer di sekitar kawasan yang dinilai membutuhkan pengerukan.

Pengerukan saluran diminta dilakukan untuk membantu memperlancar aliran air sekaligus mengurangi potensi terjadinya genangan di lingkungan warga.

Selain saluran air, kondisi jembatan atau gertak menuju Gang Karya Tani 3 juga dinilai perlu mendapatkan penanganan.

Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan meminta Dinas PUPR melalui bidang sumber daya air menindaklanjuti kondisi jembatan tersebut menggunakan dana perawatan rutin.

“Ini sudah kita lihat langsung kondisinya. Saya minta Dinas PUPR melalui bidang SDA untuk segera menindaklanjuti dengan dana perawatan rutin,” ujarnya.

Menurut Bahasan, akses tersebut memiliki fungsi penting bagi warga karena digunakan dalam aktivitas sehari-hari dan perlu tetap dapat dilalui saat terjadi keadaan darurat.

“Kalau ambulans mau masuk membawa orang sakit, akses ini harus bisa dilalui. Begitu juga kalau ada kondisi darurat seperti kebakaran,” katanya.

Bahasan menilai kegiatan gotong royong perlu menghasilkan tindak lanjut terhadap persoalan yang ditemukan di lingkungan masyarakat.

“Gotong royong ini jangan hanya menjadi seremoni. Minimal ada persoalan yang bisa langsung kita tindak lanjuti dan dirasakan manfaatnya oleh warga,” katanya.

Ia juga meminta persoalan yang belum tertangani dilaporkan kepada pihak terkait agar dapat ditindaklanjuti.

“Kalau ada yang masih belum tertangani, sampaikan dan laporkan. Kita ingin setiap kegiatan seperti ini punya hasil konkret,” ujarnya.

Menurut Bahasan, pemerintah dan masyarakat perlu menjaga komunikasi agar kebutuhan lingkungan dapat diketahui secara langsung dan ditangani sesuai kondisi di lapangan.

Ia berharap kegiatan bersama warga dapat terus dilakukan sekaligus menjadi ruang untuk mengidentifikasi persoalan lingkungan dan infrastruktur yang membutuhkan penanganan.

“Kalau kita kompak, persoalan-persoalan seperti ini bisa lebih cepat kita selesaikan bersama,” pungkasnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK