Gerakan Pangan Murah Digelar di Kapuas Hulu, Upaya Menekan Harga Pangan dan Inflasi Daerah
Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Kalis pada Kamis (8/10/2026) untuk membantu menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah tekanan harga akibat faktor global dan cuaca.
Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Kapuas Hulu menggelar Gerakan Pangan Murah di Kecamatan Kalis pada Kamis (8/10/2026) untuk membantu menjaga keterjangkauan harga bahan pokok di tengah tekanan harga akibat faktor global dan cuaca.
Kegiatan tersebut melibatkan Perum Bulog Cabang Putussibau serta mendapat dukungan anggaran dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kalimantan Barat.
Gerakan ini bertepatan dengan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-46 tahun 2026 yang mengusung tema "Innovate Today, Nourish Tomorrow".
Dalam kegiatan itu, Bulog menyediakan 300 paket pangan berisi beras SPHP 5 kilogram, gula pasir Vit 1 kilogram, dan minyak goreng Jujur 900 mililiter dengan harga Rp90.000 per paket.
Harga tersebut lebih rendah Rp12.000 dibandingkan harga normal Rp102.000.
Bulog juga menyediakan tambahan 50 karung beras SPHP dengan harga Rp60.000 per karung.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu, Hiasintus Gunung Agung, menyebut Gerakan Pangan Murah sebagai salah satu instrumen untuk menjaga keterjangkauan harga pangan.
"Kegiatan ini menjadi pilar penting dalam pengendalian inflasi daerah, terutama dalam menghadapi gejolak harga akibat faktor global maupun cuaca," ujar Hiasintus, Kamis (8/10/2026).
Meski demikian, dampak kegiatan terhadap stabilitas harga secara lebih luas bergantung pada sejumlah faktor, termasuk ketersediaan stok, jumlah kebutuhan masyarakat, dan perkembangan harga pangan setelah program berlangsung.
Jumlah paket yang disediakan dalam kegiatan tersebut juga terbatas, yakni 300 paket sembako dan 50 karung beras tambahan.
Karena itu, pelaksanaan GPM di satu kecamatan belum dengan sendirinya menunjukkan perubahan harga pangan secara menyeluruh di Kabupaten Kapuas Hulu.
Pemerintah daerah menggandeng Bulog untuk menyediakan komoditas pokok dengan harga yang lebih rendah daripada harga normal yang disebutkan dalam keterangan kegiatan.
Dukungan Bank Indonesia Kalimantan Barat juga diberikan melalui anggaran penyelenggaraan program tersebut.
Hiasintus mengatakan peringatan Hari Pangan Sedunia menjadi pengingat pentingnya membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan dan memperhatikan kesejahteraan masyarakat.
Ia menilai sistem pangan perlu dikembangkan agar mampu menghadapi perubahan kondisi yang memengaruhi ketersediaan dan harga bahan pokok.
GPM di Kecamatan Kalis dibuka oleh Sekretaris Kecamatan Kalis, Junaidi, didampingi Paulinus L dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu.
Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, tetapi belum tersedia data mengenai jumlah penerima manfaat, tingkat penyerapan seluruh paket, atau perubahan harga komoditas di pasar setempat setelah kegiatan.
Data tersebut diperlukan untuk menilai sejauh mana program pangan murah membantu daya beli masyarakat dan mendukung pengendalian inflasi daerah.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.