Festival Faradje’ Pesaka Negeri Sanggau Digelar Setelah Penundaan akibat Karhutla dan Kabut Asap
Faktakalbar.id - Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026 di Kabupaten Sanggau kembali digelar setelah sempat ditunda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang berdampak pada kondisi wilayah tersebut.
Faktakalbar.id - Festival Budaya Faradje’ Pesaka Negeri XVIII Tahun 2026 di Kabupaten Sanggau kembali digelar setelah sempat ditunda akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap yang berdampak pada kondisi wilayah tersebut.
Festival yang diselenggarakan Istana Surya Negara Sanggau itu ditutup di Keraton Surya Negara pada Sabtu (10/10/2026) malam, dengan dihadiri sekitar 3.000 orang dari berbagai kalangan masyarakat.
Wakil Bupati Sanggau Susana Herpena mengatakan penundaan dilakukan dengan mempertimbangkan keselamatan dan kesehatan masyarakat di tengah kondisi karhutla dan kabut asap.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pelaku seni dan budaya, serta pihak-pihak yang berkontribusi dalam penyelenggaraan festival tahun ini.
Festival Faradje’ Pesaka Negeri merupakan tradisi budaya turun-temurun yang diselenggarakan oleh Istana Surya Negara Sanggau dan menjadi agenda rutin tahunan kebudayaan di Kabupaten Sanggau.
Penyelenggaraan festival tersebut melibatkan unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh masyarakat, paguyuban lintas etnis, dan warga yang mengikuti rangkaian kegiatan.
Dalam penutupan festival, Pangeran Ratu Surya Negara Sanggau Gusti Arman menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung kegiatan dan menjaga keamanan selama pelaksanaan acara.
Ia menilai dukungan organisasi Melayu serta berbagai unsur masyarakat turut membantu menjaga suasana tetap tertib dan damai selama festival berlangsung.
Rangkaian penutupan festival mencakup pembacaan doa, laporan ketua panitia, sambutan pejabat, pengumuman pemenang lomba, penyerahan hadiah, dan hiburan bagi pengunjung.
Sekitar 3.000 orang hadir dalam kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB tersebut, dengan pengamanan melibatkan kepolisian, TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan organisasi masyarakat Melayu Sanggau.
Wakil Kepala Polres Sanggau Kompol Radian Andy Pratomo mengatakan pengamanan dilakukan untuk mencegah gangguan sekaligus menjaga kenyamanan masyarakat yang menghadiri acara.
“Pengamanan kami arahkan bukan hanya untuk mencegah gangguan keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan kepada masyarakat. Kami ingin seluruh warga yang datang dapat mengikuti kegiatan dengan rasa aman, tertib dan nyaman hingga rangkaian acara selesai,” katanya.
Kehadiran pengunjung dari berbagai kalangan menunjukkan bahwa festival menjadi ruang pertemuan masyarakat dalam kegiatan budaya, meskipun penyelenggaraannya tahun ini sempat menghadapi kendala kondisi lingkungan.
Namun, informasi mengenai jumlah peserta dalam setiap agenda, rangkaian kegiatan budaya secara terperinci, serta evaluasi penyelenggaraan setelah penundaan belum dijelaskan dalam keterangan yang tersedia.
Festival Faradje’ Pesaka Negeri kembali menempatkan tradisi lokal sebagai bagian dari agenda kebudayaan Sanggau, sementara pelaksanaan kegiatan publik juga perlu mempertimbangkan keselamatan dan kondisi lingkungan masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.