faktakalbar

Empat Pekerja Tewas di di Lubang PETI Nanga Tayap, Ketapang

Faktakalbar.id - Aktivitas tambang emas ilegal kembali memakan korban. Empat penambang tewas setelah diduga kehabisan oksigen dan menghirup gas beracun di dalam lubang pertambang emas ilegal (PETI) di Desa Bayangan, desa pemekaran, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Penulis: Natash Sunday, 06 September 2026 📖 2 menit
Empat Pekerja Tewas di di Lubang PETI Nanga Tayap, Ketapang
Petugas gabungan bersama warga mengevakuasi jenazah penambang emas ilegal dari dalam lubang galian sedalam 15 meter di Nanga Tayap, Ketapang. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Aktivitas tambang emas ilegal kembali memakan korban. Empat penambang tewas setelah diduga kehabisan oksigen dan menghirup gas beracun di dalam lubang pertambang emas ilegal (PETI) di Desa Bayangan, desa pemekaran, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Rizal Karyansyah SH sebagai penggiat hukum senior menyampaikan, " Polres Ketapang harus melakukan penyelidikan secara menyeluruh. Jangan berhenti pada pekerja lapangan tetapi juga harus ditelusuri hingga ke pemodal dan pihak yang mendapatkan keuntungan termasuk cukongnya."

Polisi harus melakukan pemeriksaan secara insentif dan secara objektif. "Kapolres Ketapang dan Kapolsek Nanga Tayap serta instansi terkait harus menunjukan bahwa keselamatam manusia dan penegakan hukum jauh lebih penting dari pada keuntungan aktivitas tambang emas ilegal," ujar rizal.

Peristiwa itu terjadi pada Senin, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 17.00 WIB. Enam orang disebut sedang bekerja di dalam lubang galian sedalam sekitar 15 meter.

Menurut Jono, nama samaran, warga setempat, tiga orang lebih dulu masuk ke dalam lubang untuk bekerja. Setelah lama tidak keluar, seorang warga berinisial K masuk untuk memberikan pertolongan.

“Yang tiga duluan masuk ke dalam lubang. Pas ditunggu lama dak ada, si K masuk mau nolong. Tapi di dalam itu udaranya sudah habis. Akhirnya empat-empatnya di dalam,” kata Jono.

Kondisi di dalam lubang diduga dipenuhi gas beracun dan kekurangan oksigen. Beberapa korban sempat mengeluhkan sesak napas sebelum akhirnya pingsan.

Warga kemudian melakukan upaya pertolongan. Namun, kondisi udara di dalam lubang membuat proses evakuasi tidak mudah. Tim gabungan akhirnya berhasil mengevakuasi keenam korban sekitar pukul 21.00 WIB, setelah proses penyelamatan berlangsung sekitar empat jam.

Empat korban dinyatakan meninggal dunia di dalam lubang. Mereka masing-masing berinisial S, K, P dan S.

Jenazah kemudian dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Nanga Tayap untuk pemeriksaan.

Sementara dua korban lainnya berhasil diselamatkan. Keduanya mengalami lemas dan sesak napas setelah terpapar kondisi udara di dalam lubang.

Peristiwa ini kembali menunjukkan risiko mematikan aktivitas tambang emas ilegal yang dilakukan di lubang bawah tanah tanpa sistem keselamatan dan ventilasi yang memadai.

Fakta Kalbar masih menghimpun informasi mengenai proses evakuasi dan penanganan hukum atas tambang emas ilegal tersebut.

(Tim FK)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK