Edi Rusdi Kamtono Ingatkan Anak Muda Pontianak Waspadai Hoaks dan Provokasi di Media Sosial
Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan generasi muda agar memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya di media sosial untuk mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian.
Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan generasi muda agar memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya di media sosial untuk mencegah penyebaran hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian.
Pesan tersebut disampaikan Edi dalam Sarasehan Pendidikan Politik Masyarakat di Hotel Ibis Pontianak, Rabu (21/10/2026).
Ia menilai, media sosial telah menjadi salah satu ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pendapat, menyebarkan gagasan, dan mengikuti perkembangan isu publik.
Namun, penggunaan media sosial juga menghadirkan risiko ketika informasi yang belum terverifikasi disebarkan tanpa memeriksa sumber maupun konteksnya.
“Cerdas bermedia harus berjalan bersama dengan sehat berdemokrasi. Jangan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, jangan mudah terprovokasi, dan tetap menghormati perbedaan pilihan maupun pendapat,” ujarnya.
Menurut Edi, kemampuan berpikir kritis perlu diimbangi dengan tanggung jawab dalam menyampaikan informasi dan menghormati perbedaan pandangan.
Ia juga mengingatkan bahwa kebebasan berpendapat tidak berarti seseorang dapat mengabaikan etika ketika menyampaikan kritik atau menanggapi pendapat orang lain.
“Anak muda harus berani menyampaikan pendapat. Tetapi kritis juga harus disertai etika, data dan tanggung jawab,” katanya.
Dalam konteks pendidikan politik, literasi digital menjadi penting karena percakapan di media sosial dapat memengaruhi cara masyarakat memahami kebijakan dan persoalan publik.
Edi mendorong generasi muda mengambil peran dalam memperkuat budaya diskusi yang sehat melalui kebiasaan memeriksa sumber informasi, memahami konteks, dan tidak mudah terpancing provokasi.
Ia juga menilai anak muda memiliki posisi strategis dalam pembangunan karena dekat dengan perkembangan teknologi dan perubahan sosial.
“Generasi muda bukan sekadar penerus, tetapi mitra pembangunan hari ini. Kita membutuhkan anak-anak muda yang cerdas, berkarakter dan berani mengambil peran,” ujarnya.
Selain melalui media sosial, partisipasi generasi muda dapat dilakukan lewat forum pemuda, konsultasi publik, organisasi kepemudaan, kegiatan sosial, dan aksi lingkungan.
Keterlibatan tersebut dinilai dapat membuka ruang bagi anak muda untuk menyampaikan aspirasi sekaligus terlibat dalam penyelesaian masalah di masyarakat.
Edi berharap pendidikan politik dapat membentuk generasi muda yang kritis tanpa memecah belah, berani menyampaikan pendapat, serta mampu bekerja sama dengan berbagai pihak.
“Ketika generasi muda berpartisipasi dengan cerdas, berintegritas dan saling menghargai, pembangunan menjadi milik bersama. Pontianak maju, demokrasinya juga semakin bermakna,” pungkasnya.
Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan memverifikasi informasi dan menghormati perbedaan menjadi bagian penting dari partisipasi politik yang bertanggung jawab.
Meski demikian, upaya memperkuat literasi digital juga memerlukan keterlibatan berbagai pihak, termasuk keluarga, lembaga pendidikan, komunitas, dan penyelenggara ruang digital.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.