faktakalbar

Edi Kamtono Soroti Gangguan Air Bersih dan Kerusakan Jalan di Pontianak, Warga Minta Layanan Ditingkatkan

Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyoroti persoalan layanan dasar masyarakat, mulai dari gangguan kualitas air baku hingga kerusakan jalan, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).

Penulis: Wati Sunday, 18 October 2026 📖 1 menit
Edi Kamtono Soroti Gangguan Air Bersih dan Kerusakan Jalan di Pontianak, Warga Minta Layanan Ditingkatkan
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyampaikan persoalan layanan dasar dan pentingnya perbaikan pelayanan publik saat peringatan Maulid Nabi di rumah dinas wali kota. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyoroti persoalan layanan dasar masyarakat, mulai dari gangguan kualitas air baku hingga kerusakan jalan, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Sabtu (17/10/2026).

Edi menyatakan, gangguan terhadap layanan publik dapat menimbulkan ketidaknyamanan bagi masyarakat sehingga pemerintah perlu terus melakukan perbaikan.

“Kalau ada pelayanan yang masih kurang, tentu itu menjadi tanggung jawab pemerintah untuk terus memperbaikinya. Masyarakat harus mendapatkan pelayanan yang semakin baik,” ujarnya.

Ia menyebut persoalan air bersih menjadi salah satu perhatian pemerintah kota, terutama ketika kondisi alam memengaruhi ketersediaan air baku dan proses pengolahan air minum.

Menurut Edi, pemenuhan kebutuhan air baku dan pengolahan air minum terus diupayakan agar kebutuhan masyarakat tetap terjaga saat kondisi lingkungan tidak mendukung.

Selain persoalan air, ia juga menyinggung kerusakan jalan dan sejumlah gangguan layanan lain yang dirasakan warga.

Namun, dalam keterangannya pada kegiatan tersebut, Edi tidak memaparkan rincian lokasi kerusakan jalan, jumlah warga terdampak, maupun target waktu penyelesaian persoalan yang disebutkan.

Ia juga menyinggung kondisi lingkungan yang belakangan dihadapi masyarakat, seperti kemarau panjang, kabut asap, gangguan kualitas air baku, dan ancaman musim hujan.

“Semua ada dampaknya. Karena itu kita harus punya kesiapan dan ketahanan dalam menghadapinya,” jelasnya.

Menurut Edi, dampak perubahan kondisi lingkungan tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan, tetapi juga pendidikan dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Meski demikian, penanganan persoalan tersebut membutuhkan langkah yang terukur agar masyarakat dapat mengetahui perkembangan dan hasil perbaikan layanan.

Edi mengakui pemerintah memiliki keterbatasan dalam menjalankan pelayanan publik, baik dari sisi anggaran, tenaga, maupun waktu.

“Pemerintah punya keterbatasan, baik dari sisi anggaran, tenaga maupun waktu. Karena itu kebersamaan menjadi penting. Kalau kita saling membantu dan saling memahami, persoalan akan lebih mudah kita hadapi,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, yang juga menjadi kesempatan bagi Edi untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian dan kebersamaan.

Di sisi lain, perkembangan penanganan gangguan air bersih dan kerusakan jalan masih memerlukan informasi lebih rinci mengenai program, anggaran, serta target penyelesaiannya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK