Edi Kamtono Ingatkan Penggunaan Media Sosial Perlu Bijak agar Tak Memicu Perpecahan
Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial karena ruang digital dapat menjadi sarana positif sekaligus memicu perpecahan.
Faktakalbar.id - Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial karena ruang digital dapat menjadi sarana positif sekaligus memicu perpecahan.
Edi menyampaikan hal tersebut saat menutup rangkaian Pesparani Katolik ke III dan peringatan Hari Ulang Tahun ke-7 Lembaga Pembinaan dan Pengembangan Pesparani Katolik (LP3K) di Aula Rumah Dinas Wakil Gubernur Kalbar, Sabtu (19/9/2026).
Menurut Edi, masyarakat Pontianak hidup dalam lingkungan yang memiliki keberagaman suku, agama dan budaya sehingga perbedaan perlu disikapi dengan saling menghormati.
Ia menilai kegiatan keagamaan seperti Pesparani dapat menjadi salah satu ruang untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat.
“Pesparani ini jangan hanya dimaknai sebagai mendengarkan atau menyanyikan lagu-lagu yang indah dan harmonis. Ini justru menjadi sarana meningkatkan keimanan sekaligus mempererat persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya.
Edi mengatakan tantangan menjaga hubungan sosial semakin berkembang seiring dengan penggunaan media sosial yang semakin luas.
Menurutnya, keterbukaan informasi di ruang digital perlu diimbangi dengan sikap kritis agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi konflik.
“Sekarang kita berada di era digitalisasi. Media sosial sangat terbuka. Kalau digunakan untuk hal positif tentu sangat baik, tetapi kita juga harus waspada terhadap hal-hal yang bisa menimbulkan perpecahan,” katanya.
Ia menyebut perbedaan pandangan politik, suku maupun kelompok merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang perlu dihadapi secara dewasa.
Selain persoalan media sosial, Edi menilai Pesparani memiliki kaitan dengan upaya memperkuat moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat Pontianak.
“Kegiatan seperti ini menjadi salah satu sarana untuk memperkuat moderasi. Dalam agama apa pun, kita diajarkan nilai kebaikan, kedamaian, dan saling menghormati,” jelasnya.
Edi juga berharap LP3K terus memberikan ruang bagi masyarakat untuk menjalankan kegiatan keagamaan sekaligus memperkuat hubungan sosial.
Menurutnya, kegiatan keagamaan, sosial, olahraga dan kebudayaan dapat menjadi bagian dari aktivitas masyarakat yang mempertemukan berbagai kelompok.
Dalam kesempatan tersebut, Edi turut memberikan apresiasi kepada peserta yang memperoleh nilai terbaik dalam pelaksanaan Pesparani.
“Bagi yang mendapat nilai tertinggi saya ucapkan selamat. Yang belum, masih ada kesempatan tahun depan untuk terus berlatih dan meraih hasil yang lebih baik,” katanya.
Ia berharap pelaksanaan Pesparani dapat terus berlanjut dan memberikan ruang bagi kegiatan seni serta keagamaan sekaligus memperkuat hubungan antarmasyarakat.
“Semoga kegiatan ini terus membawa berkat, memperkuat iman, dan semakin mempererat kebersamaan kita di Kota Pontianak,” pungkasnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.