faktakalbar

Dua Pondok PETI Ditemukan di TWA Gunung Asuansang Sambas, 10 Orang Diberi Surat Pernyataan

Faktakalbar.id - Dua pondok yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) ditemukan di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Asuansang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Penulis: Wati Saturday, 26 September 2026 📖 1 menit
Dua Pondok PETI Ditemukan di TWA Gunung Asuansang Sambas, 10 Orang Diberi Surat Pernyataan
Dua pondok yang ditemukan berada di kawasan TWA Gunung Asuansang dibongkar petugas setelah dilakukan pengecekan lokasi. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Dua pondok yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) ditemukan di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Asuansang, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Temuan tersebut diketahui saat patroli gabungan perlindungan dan pengamanan kawasan hutan pada Rabu (23/9/2026).

Patroli berlangsung di wilayah Dusun Sungai Tengah, Desa Sebubus, Kecamatan Paloh, pada pukul 08.00 hingga 14.00 WIB.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menemukan sekitar 14 pondok dan 14 set peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas PETI.

Sekitar 65 orang juga ditemukan berada di lokasi saat petugas melakukan pengecekan.

Berdasarkan hasil pengecekan BKSDA Kalimantan Barat, aktivitas PETI tersebut berada di kawasan Hutan Produksi.

Namun, dari temuan di lapangan, terdapat dua pondok yang berada di kawasan konservasi TWA Gunung Asuansang.

Kapolres Sambas AKBP Sanny Handityo melalui Kasihumas Polres Sambas AKP Sadoko Kasih Wiyono mengatakan, dua pondok tersebut kemudian dibongkar oleh petugas.

Selain pembongkaran pondok, petugas memberikan penanganan terhadap penghuni yang berada di kawasan konservasi tersebut.

Sebanyak 10 orang penghuni pondok diberikan surat pernyataan oleh BKSDA agar tidak kembali melakukan aktivitas yang melanggar ketentuan di kawasan konservasi.

Petugas juga memasang banner yang berisi imbauan larangan melakukan aktivitas yang berpotensi merusak kelestarian kawasan konservasi.

Patroli tersebut melibatkan BKSDA Kalimantan Barat, personel Polri, serta Masyarakat Mitra Polhut (MMP).

Kegiatan berlangsung aman dan kondusif tanpa adanya gangguan selama proses pengecekan dan penanganan di lapangan.

Sementara itu, hasil temuan aktivitas PETI akan dilaporkan BKSDA kepada pimpinan untuk menentukan penanganan lebih lanjut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK