Dua Kabupaten Jadi Fokus Water Bombing Karhutla, Kalbar Kerahkan Pesawat dan OMC
Faktakalbar.id - Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat pada Sabtu (19/9/2026) difokuskan pada pemadaman melalui udara di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
Faktakalbar.id - Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat pada Sabtu (19/9/2026) difokuskan pada pemadaman melalui udara di Kabupaten Ketapang dan Kayong Utara.
Hampir seluruh pesawat water bombing dikerahkan untuk membantu pemadaman titik api di dua kabupaten tersebut.
Plt Kepala BPBD Kalbar Ridwan mengatakan operasi pemadaman melalui udara dikomandoi Lanud Supadio.
“Kita pusatkan perhatian kita di dua kabupaten tersebut. Dari seluruh perencanaan penerbangan untuk melaksanakan pemadaman dengan menggunakan water bombing di dua kabupaten tersebut,” ujarnya.
Selain water bombing, penanganan karhutla juga dilakukan melalui operasi darat untuk memadamkan serta mendinginkan lokasi yang terdampak kebakaran.
Tim darat melibatkan BPBD Provinsi Kalbar, BPBD Kota Pontianak, BPBD Kabupaten Kubu Raya, Polda Kalbar dan Kodam XII/Tanjungpura.
Manggala Agni, Satpol PP, DLHK serta relawan turut dilibatkan dalam operasi penanganan di lapangan.
Pemerintah Provinsi Kalbar juga mengerahkan dua pesawat untuk mendukung Operasi Modifikasi Cuaca atau OMC.
Pelaksanaan OMC berlangsung hingga pukul 23.00 WIB dengan mempertimbangkan informasi dari BMKG mengenai potensi pertumbuhan awan.
Ridwan mengatakan pelaksanaan OMC menyesuaikan kondisi awan yang memungkinkan untuk dilakukan penyemaian.
“Apabila satu titik memungkinkan untuk dilaksanakan OMC maka kita laksanakan OMC tersebut sehingga terjadi hujan besar yang bisa kita dapatkan,” jelas Ridwan.
Operasi modifikasi cuaca tersebut diarahkan untuk mendukung upaya penanganan karhutla dengan memanfaatkan kondisi atmosfer yang memungkinkan terjadinya hujan.
Sementara itu, patroli udara tetap dilakukan di sejumlah wilayah lain untuk memantau perkembangan kondisi karhutla.
Dua helikopter digunakan untuk pemantauan dengan cakupan wilayah berbeda.
Satu helikopter memantau Ketapang, Kayong Utara dan Kubu Raya, sedangkan helikopter lainnya menyisir Sambas, Bengkayang, Landak, Sanggau hingga kawasan perhuluan.
Kombinasi pemadaman melalui darat, water bombing, patroli udara dan OMC dilakukan berdasarkan kondisi serta perkembangan kebakaran hutan dan lahan di lapangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.