faktakalbar

Dua Helikopter Water Bombing Tambah Dukungan Pemadaman Karhutla di Kalbar

Faktakalbar.id - Dua helikopter water bombing dengan nomor registrasi VN-8424 dan VN-8416 didatangkan dari Tanjungpinang ke Lanud Supadio untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Penulis: Natash Friday, 14 August 2026 📖 1 menit
Dua Helikopter Water Bombing Tambah Dukungan Pemadaman Karhutla di Kalbar
Helikopter water bombing tiba di Lanud Supadio sebagai tambahan dukungan udara untuk penanganan karhutla di Kalimantan Barat. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Dua helikopter water bombing dengan nomor registrasi VN-8424 dan VN-8416 didatangkan dari Tanjungpinang ke Lanud Supadio untuk memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.

Kedatangan dua armada udara tersebut berlangsung ketika jumlah hotspot di Kalimantan Barat tercatat meningkat menjadi 136 titik pada 12 Agustus 2026.

Berdasarkan data BMKG, jumlah hotspot tersebut bertambah dari 98 titik yang tercatat sehari sebelumnya sehingga meningkatkan perhatian terhadap potensi karhutla di wilayah Kalimantan Barat.

Tambahan helikopter disiapkan untuk mendukung pemadaman dari udara, terutama ketika kebakaran terjadi di lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Penggunaan helikopter water bombing memungkinkan petugas menjatuhkan air langsung ke area yang terbakar sehingga dapat menjadi bagian dari upaya mempercepat penanganan titik api.

Selain membantu pemadaman, keberadaan armada udara juga diproyeksikan untuk mengantisipasi kemungkinan meluasnya kebakaran ke wilayah di sekitarnya.

Lanud Supadio menjadi salah satu unsur yang mendapat tambahan dukungan dalam menghadapi kondisi karhutla yang berpotensi meningkat seiring bertambahnya jumlah hotspot.

Komandan Lanud Supadio Marsma TNI Sidik Setiyono menyatakan pihaknya siap mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kalimantan Barat.

"Lanud Supadio akan terus memberikan dukungan optimal dalam penanganan karhutla sebagai bentuk komitmen TNI Angkatan Udara dalam membantu pemerintah dan masyarakat menghadapi ancaman bencana serta menjaga kelestarian lingkungan," kata Sidik.

Dukungan tersebut mencakup penguatan unsur udara yang dapat digunakan ketika penanganan kebakaran dari darat menghadapi keterbatasan akses.

Kehadiran dua helikopter water bombing menjadi tambahan kekuatan operasional dalam menghadapi karhutla, tetapi efektivitas penanganan tetap bergantung pada kondisi titik api dan akses menuju lokasi kebakaran.

Sementara itu, peningkatan hotspot Kalbar menjadi dasar penting bagi penguatan pemantauan dan kesiapsiagaan di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami kebakaran.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK