Doa Rasul, Warisan Adat Melayu yang Sarat Makna
OPINI - Doa Rasul merupakan tradisi Melayu Muslim di Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada khataman Al-Qur'an, penutupan atau "mematikan" pukulan silat Melayu, serta acara bayar niat sebagai ungkapan syukur atas terkabulnya hajat.
OPINI - Doa Rasul merupakan tradisi Melayu Muslim di Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada khataman Al-Qur'an, penutupan atau "mematikan" pukulan silat Melayu, serta acara bayar niat sebagai ungkapan syukur atas terkabulnya hajat.
Tradisi ini dipimpin oleh imam atau ustaz dengan perlengkapan adat seperti kain putih, ayam panggang, telur ayam kampung, pisang berangan, dan air putih. Setelah doa dibacakan, hidangan dibagikan kepada jemaah yang hadir.
Inti Doa Rasul bukan pada perlengkapannya, melainkan pada doa bersama. Kehadiran jemaah untuk mengaminkan doa menjadi bagian penting agar permohonan dipanjatkan secara berjemaah kepada Allah SWT.
Bagi masyarakat Melayu, Doa Rasul adalah warisan adat yang memperkuat nilai kebersamaan, rasa syukur, dan identitas budaya Melayu Muslim yang tetap hidup hingga kini di Kalimantan Barat.
Oleh : Faisal Al-Banjari, S.Sos. M.Pd
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.