faktakalbar

Doa Rasul, Warisan Adat Melayu yang Sarat Makna

OPINI - Doa Rasul merupakan tradisi Melayu Muslim di Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada khataman Al-Qur'an, penutupan atau "mematikan" pukulan silat Melayu, serta acara bayar niat sebagai ungkapan syukur atas terkabulnya hajat.

Penulis: Natash Wednesday, 29 July 2026 📖 1 menit
Doa Rasul, Warisan Adat Melayu yang Sarat Makna
Doa Rasul. (Dok. Ist)

OPINI - Doa Rasul merupakan tradisi Melayu Muslim di Kalimantan Barat yang dilaksanakan pada khataman Al-Qur'an, penutupan atau "mematikan" pukulan silat Melayu, serta acara bayar niat sebagai ungkapan syukur atas terkabulnya hajat.

Tradisi ini dipimpin oleh imam atau ustaz dengan perlengkapan adat seperti kain putih, ayam panggang, telur ayam kampung, pisang berangan, dan air putih. Setelah doa dibacakan, hidangan dibagikan kepada jemaah yang hadir.

Inti Doa Rasul bukan pada perlengkapannya, melainkan pada doa bersama. Kehadiran jemaah untuk mengaminkan doa menjadi bagian penting agar permohonan dipanjatkan secara berjemaah kepada Allah SWT.

Bagi masyarakat Melayu, Doa Rasul adalah warisan adat yang memperkuat nilai kebersamaan, rasa syukur, dan identitas budaya Melayu Muslim yang tetap hidup hingga kini di Kalimantan Barat.

Oleh : Faisal Al-Banjari, S.Sos. M.Pd

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK