Delapan Titik Panas Terdeteksi di Ketapang, Risiko Karhutla Kalbar Masih Perlu Diwaspadai
Faktakalbar.id - Sebanyak delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Sabtu (10/10/2026) hingga pukul 16.00 WIB, sementara potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai selama sepekan berikutnya.
Faktakalbar.id - Sebanyak delapan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi terdeteksi di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), pada Sabtu (10/10/2026) hingga pukul 16.00 WIB, sementara potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih perlu diwaspadai selama sepekan berikutnya.
Prakirawan Cuaca BMKG Supadio Pontianak, Imawan M. Stakim, menyebut seluruh titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi yang terpantau di Kalbar berada di Ketapang.
Sementara itu, 13 kabupaten dan kota lainnya tidak tercatat memiliki titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada periode pemantauan tersebut.
Risiko karhutla diperkirakan masih perlu mendapat perhatian pada 11-17 Oktober 2026, terutama di Kabupaten Ketapang, Kayong Utara, dan Melawi.
Ketiga wilayah tersebut berada di bagian selatan Kalbar yang menjadi perhatian BMKG terkait potensi kemudahan terjadinya kebakaran lahan.
"Untuk sebaran titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi di wilayah Kalbar tanggal 10 Oktober 2026 hingga pukul 16.00 WIB berjumlah 8 titik yang berada di Kabupaten Ketapang, sementara di 13 kabupaten/kota lainnya tidak memiliki hotspot dengan kepercayaan tinggi," tutur Imawan.
Di sisi lain, BMKG memprakirakan hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di hampir seluruh wilayah Kalbar selama periode yang sama.
Namun, hujan yang diprakirakan turun belum tentu cukup untuk menghilangkan risiko kebakaran di kawasan yang masih mengalami kondisi kering.
Imawan menjelaskan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diperkirakan berlangsung di berbagai daerah pada 11-17 Oktober 2026.
Meski demikian, BMKG belum memprakirakan adanya hujan dengan intensitas lebat di seluruh wilayah Kalbar selama sepekan tersebut.
Ketapang dan Kayong Utara menjadi dua daerah yang mendapat perhatian karena dilaporkan mengalami minim hujan selama hampir tiga bulan terakhir.
Kondisi tersebut membuat kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan tetap diperlukan meskipun hujan diprakirakan mulai terjadi di sejumlah wilayah.
Informasi mengenai prakiraan hujan dan sebaran titik panas disampaikan Imawan kepada tim terpadu penanganan karhutla di ruang rapat Pusdalops BPBD Kalbar pada Sabtu malam.
"Untuk tanggal 13 hingga 17 Oktober 2026 potensi hujan ringan hingga sedang masih terjadi di wilayah-wilayah sama pada hari sebelumnya. Namun, selama sepekan ke depan seluruh wilayah Kalbar masih belum memiliki potensi hujan dengan intensitas lebat," ucap Imawan.
Data titik panas merupakan salah satu indikator yang dapat digunakan untuk memantau potensi kebakaran, tetapi tidak dengan sendirinya memastikan bahwa kebakaran telah terjadi di setiap lokasi yang terdeteksi.
Karena itu, informasi tersebut perlu ditindaklanjuti dengan pemantauan kondisi lapangan untuk memastikan situasi sebenarnya.
Masyarakat, khususnya di Ketapang, Kayong Utara, dan Melawi, perlu tetap waspada terhadap sumber api serta menghindari aktivitas pembakaran lahan yang berisiko memicu kebakaran meluas.
Perkembangan cuaca dan informasi titik panas juga perlu terus dipantau selama periode rawan karhutla.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.