Data Pribadi Jadi Sasaran Situs Palsu iPhone 18, Ini Risiko yang Mengintai
Faktakalbar.id - Situs palsu yang menawarkan iPhone 18 tidak hanya berpotensi merugikan calon pembeli melalui transaksi fiktif, tetapi juga dapat menjadi sarana pengumpulan data pribadi.
Faktakalbar.id - Situs palsu yang menawarkan iPhone 18 tidak hanya berpotensi merugikan calon pembeli melalui transaksi fiktif, tetapi juga dapat menjadi sarana pengumpulan data pribadi.
Kaspersky menemukan sejumlah situs penipuan yang memanfaatkan minat masyarakat terhadap perangkat baru tersebut untuk mengarahkan pengguna ke proses pemesanan palsu.
Dalam proses pembelian, pengguna diminta mengisi berbagai data pribadi seperti nama lengkap, nomor telepon, alamat email, dan kota tempat tinggal.
Kontak WhatsApp juga diminta sebagai bagian dari proses pemesanan melalui situs tersebut.
Data yang dikumpulkan dapat disalahgunakan untuk melakukan rekayasa sosial terhadap korban.
Setelah memasukkan data pribadi, pengguna juga berpotensi diminta memberikan informasi kartu bank untuk menyelesaikan pembayaran.
Kondisi tersebut dapat membuka peluang bagi pelaku untuk memperoleh informasi pembayaran dan mengakses dana korban.
"Selama bertahun-tahun, kami telah melihat munculnya berbagai penawaran penipuan yang bertepatan dengan peluncuran perangkat populer," ujar Senior Web Content Analyst Kaspersky Olga Altukhova.
Salah satu situs penipuan bahkan menawarkan iPhone 18 dengan diskon hingga 25 persen serta menyediakan berbagai metode pembayaran.
Situs lainnya menawarkan pemesanan awal iPhone 18 Pro dengan sejumlah pilihan warna dan kapasitas penyimpanan.
Kaspersky menyebut beberapa pilihan warna dalam situs tersebut berbeda dari informasi yang diumumkan secara resmi oleh Apple saat peluncuran.
Altukhova mengingatkan pengguna agar tidak mudah tergiur dengan penawaran yang memiliki harga tidak wajar.
Perbedaan spesifikasi atau pilihan produk dari pengumuman resmi juga dapat menjadi indikator yang perlu diperiksa lebih lanjut.
Pengguna disarankan memastikan pembelian dilakukan melalui toko resmi atau pengecer yang terpercaya.
Alamat situs dan ejaan nama organisasi juga perlu diperiksa sebelum pengguna memasukkan informasi pribadi.
Untuk transaksi daring, pengguna dapat menggunakan kartu virtual atau layanan pembayaran khusus guna mengurangi risiko penyalahgunaan data kartu dan rekening.
Pengguna juga dianjurkan memakai solusi keamanan yang mampu mendeteksi serta memblokir tautan phishing.
Autentikasi multifaktor pada akun dan aplikasi keuangan juga disarankan untuk menambah perlindungan terhadap akses yang tidak sah.
Kaspersky turut mengingatkan pengguna agar memeriksa riwayat transaksi secara berkala.
Langkah tersebut dapat membantu pengguna menemukan aktivitas keuangan yang tidak dikenal atau tidak pernah dilakukan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.