Cegah Anak Putus Sekolah di Ketapang, Bantuan Buku dan Seragam Gratis Jadi Perhatian
Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Ketapang menyoroti akses pendidikan dan biaya perlengkapan sekolah sebagai persoalan yang perlu ditangani untuk mencegah anak putus sekolah di daerah tersebut.
Faktakalbar.id - Pemerintah Kabupaten Ketapang menyoroti akses pendidikan dan biaya perlengkapan sekolah sebagai persoalan yang perlu ditangani untuk mencegah anak putus sekolah di daerah tersebut.
Bupati Ketapang Alexander Wilyo mengatakan setiap anak harus memiliki kesempatan memperoleh pendidikan yang layak tanpa terkendala ketidakmampuan membeli kebutuhan sekolah.
“Jangan sampai ada anak-anak Ketapang yang putus sekolah hanya karena tidak mampu membeli buku atau seragam. Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap bisa bersekolah,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan Alexander saat kegiatan penyerahan simbolis bantuan digitalisasi pembelajaran 2026 di SD Negeri 10 Matan Hilir Selatan, Desa Sungai Pelang, Selasa (20/10/2026).
Sebagai bentuk dukungan terhadap kebutuhan peserta didik, Pemerintah Kabupaten Ketapang telah menjalankan program bantuan buku tulis dan seragam sekolah gratis untuk jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama.
Alexander meminta Dinas Pendidikan mengawal pelaksanaan program tersebut agar bantuan diterima oleh siswa yang membutuhkan.
Program itu diharapkan dapat mengurangi beban pengeluaran orang tua sekaligus membantu anak-anak tetap mengikuti pendidikan formal.
Selain persoalan biaya perlengkapan sekolah, peningkatan akses pendidikan juga berkaitan dengan pemerataan fasilitas dan ketersediaan tenaga pendidik.
Alexander menilai kualitas pendidikan harus menjadi perhatian bersama karena pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia, karakter, dan akhlak generasi muda.
Ia juga menyoroti perlunya upaya meningkatkan rata-rata lama sekolah di Kabupaten Ketapang.
Menurutnya, pemantauan kondisi sekolah perlu dilakukan secara aktif, terutama di wilayah terpencil yang berpotensi menghadapi keterbatasan sarana dan tenaga pengajar.
Di sisi lain, pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan digitalisasi pembelajaran untuk mendukung proses belajar mengajar berbasis teknologi.
Alexander berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh guru untuk memperluas akses pengetahuan dan meningkatkan efektivitas pembelajaran.
Pemanfaatan teknologi, menurutnya, perlu berjalan seiring dengan peningkatan kompetensi tenaga pendidik agar metode pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa.
Upaya memperluas akses pendidikan dengan demikian tidak hanya menyangkut bantuan perlengkapan sekolah, tetapi juga pemerataan fasilitas dan peningkatan kualitas pembelajaran.
Keberlanjutan program bantuan serta pengawasan terhadap penerima manfaat menjadi faktor penting agar dukungan pendidikan dapat menjangkau siswa yang membutuhkan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.