faktakalbar

BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Terjadi Agustus–September, Durasi Diprakirakan Lebih Panjang

Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi puncak musim kemarau 2026 di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September dengan kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya.

Penulis: Natash Tuesday, 04 August 2026 📖 1 menit
BMKG Prediksi Puncak Musim Kemarau 2026 Terjadi Agustus–September, Durasi Diprakirakan Lebih Panjang
Ilustrasi - Kebakaran lahan yanag terjadi akibat kemarau berkepanjangan. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika memprediksi puncak musim kemarau 2026 di Indonesia akan terjadi pada Agustus hingga September dengan kondisi cuaca yang lebih kering dari biasanya.

Fenomena kemarau tahun ini dinilai bakal berlangsung dalam durasi yang lebih panjang jika dibandingkan dengan kondisi iklim normal pada tahun-tahun sebelumnya.

Berdasarkan data pemetaan cuaca BMKG, sebanyak 48,8 persen wilayah Indonesia memasuki puncak kemarau pada Agustus dan 25 persen wilayah lainnya menyusul pada September.

Musim kering ini secara bertahap bermula dari wilayah Nusa Tenggara Timur lalu bergerak meluas ke arah barat wilayah Indonesia.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menjelaskan bahwa sebagian besar daerah akan merasakan dampak kondisi cuaca di bawah normal.

"Sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami musim kemarau yang di bawah normal atau lebih kering, dan juga mengalami durasi yang lebih panjang dari normalnya," ujar Ardhasena Sopaheluwakan.

Penurunan curah hujan yang signifikan ini berpotensi memicu ancaman kekeringan di berbagai sektor, khususnya pertanian dan ketersediaan air bersih warga.

BMKG mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan pasokan air harian secara bijak demi mengantisipasi krisis air.

Selain krisis air, kondisi udara yang makin kering selama periode puncak musim kemarau 2026 ini turut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Langkah antisipasi dan mitigasi dari pemerintah daerah serta masyarakat amat dibutuhkan untuk meminimalkan dampak buruk cuaca ekstrem tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK