Bisakah Arsenal Pertahankan Gelar Premier League Sekaligus Patahkan Kutukan Community Shield?
Sejak 2019 Belum Ada Juara Community Shield yang Mampu Mengangkat Trofi Liga di Musim yang Sama
Faktakalbar.id - Arsenal sukses mengamankan trofi Community Shield 2026 usai membantai Manchester City 3-0. Namun, Mikel Arteta kini dihadapkan pada tantangan berat untuk mematahkan "kutukan" juara Community Shield demi mempertahankan gelar Premier League.
Faktakalbar.id - Arsenal sukses mengawali kampanye musim kompetisi 2026/2027 dengan torehan manis setelah berhasil mengamankan gelar juara Community Shield 2026. Dalam laga pamungkas yang berlangsung di Principality Stadium, Cardiff, pada Minggu (16/8/2026), skuad asuhan Mikel Arteta tampil perkasa dengan melibas Manchester City tiga gol tanpa balas. Tiga gol kemenangan The Gunners masing-masing disumbangkan oleh Riccardo Calafiori, Kai Havertz, dan sang kapten Martin Odegaard.
Keberhasilan menumbangkan Manchester City membuat Arsenal kini mengoleksi 18 trofi Community Shield sepanjang sejarah klub, termasuk satu gelar juara bersama Tottenham Hotspur pada tahun 1991 silam. Namun, euforia kemenangan di laga pembuka tirai musim ini bukanlah akhir dari perjuangan. Sebaliknya, sebuah misi dan tantangan besar telah menanti Mikel Arteta dan pasukannya: mempertahankan gelar juara Premier League sekaligus mematahkan "kutukan" sejarah yang membayangi para pemenang Community Shield.
Secara historis, meraih kemenangan di ajang Community Shield dalam beberapa tahun terakhir justru kerap menjadi statistik yang kurang menguntungkan bagi perjalanan sebuah tim di kompetisi liga. Manchester City menjadi tim terakhir yang mampu mengawinkan gelar Community Shield dengan trofi Premier League pada musim yang sama, yaitu pada musim 2018/2019. Setelah pencapaian The Citizens tersebut, tren positif juara Community Shield berlanjut ke trofi liga mendadak terputus.
Catatan statistik menunjukkan bahwa seluruh pemenang Community Shield sejak kurun waktu 2019 hingga 2025 secara beruntun gagal merengkuh takhta juara Premier League di akhir musim. Manchester City hanya mampu finis di posisi kedua setelah memenangi Community Shield 2019. Selanjutnya, Arsenal terlempar ke peringkat kedelapan pada musim 2020/2021, Leicester City finis di urutan kedelapan pada 2021, Liverpool menduduki peringkat kelima pada 2022, Arsenal kembali finis runner-up pada 2023, Manchester City finis ketiga pada 2024, dan Crystal Palace terdampar di posisi ke-15 pada musim 2025.
Meskipun klub seperti Leicester City dan Crystal Palace bukan merupakan kandidat utama pemburu gelar liga pada musim terkait, fakta tersebut menegaskan bahwa kemenangan di Community Shield sama sekali tidak memberikan jaminan momentum menuju tangga juara Premier League.
Bahkan jika ditarik lebih jauh, fenomena ini bukan sekadar statistik tujuh tahun terakhir. Sejak tahun 1989, hanya ada delapan tim dari total 36 pemenang Community Shield yang berhasil melanjutkan dominasinya hingga menjuarai liga di musim yang sama. Angka tersebut menunjukkan rasio keberhasilan yang sangat rendah, yakni hanya sekitar 22 persen.
Berikut adalah daftar delapan tim yang berhasil mengawinkan gelar Community Shield dan Premier League sejak 1989:
- Musim 1993/1994: Manchester United
- Musim 1996/1997: Manchester United
- Musim 2005/2006: Chelsea
- Musim 2007/2008: Manchester United
- Musim 2008/2009: Manchester United
- Musim 2009/2010: Chelsea
- Musim 2010/2011: Manchester United
- Musim 2018/2019: Manchester City
Bagi Arsenal sendiri, sejarah mereka pasca menjuarai Community Shield juga tidak selalu berujung manis di kompetisi domestik. Dari 17 kesempatan sebelumnya memenangi ajang ini, Arsenal hanya empat kali berhasil mengakhiri musim sebagai juara liga, yakni pada musim 1930/1931, 1933/1934, 1934/1935, dan 1952/1953 (mencakup era Divisi Utama lama). Pada era modern Premier League, Arsenal beberapa kali harus puas mengakhiri musim di posisi runner-up usai menjuarai Community Shield, seperti pada musim 1998/1999, 1999/2000, 2002/2003, 2004/2005, 2015/2016, dan 2023/2024.
Kemenangan meyakinkan 3-0 atas Manchester City di Cardiff memang memberikan pakan modal psikologis yang sangat positif bagi Arsenal. Kendati demikian, ujian sesungguhnya bagi konsistensi dan kedalaman skuad The Gunners baru akan dimulai seiring bergulirnya kompetisi Premier League musim 2026/2027.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.