Bank Kalbar Fasilitasi QRIS dan Akses Modal UMKM di Sanggau
Faktakalbar.id - Bank Kalbar Cabang Balai Karangan dan Cabang Pembantu Kembayan menyalurkan fasilitas transaksi digital serta akses permodalan bagi puluhan UMKM di Kecamatan Kembayan, Sanggau, Kamis (20/8).
Faktakalbar.id - Bank Kalbar Cabang Balai Karangan dan Cabang Pembantu Kembayan menyalurkan fasilitas transaksi digital serta akses permodalan bagi puluhan UMKM di Kecamatan Kembayan, Sanggau, Kamis (20/8).
Langkah integrasi sistem keuangan ini dilakukan melalui sosialisasi Pendanaan Usaha Mikro dan Kecil (PUMK).
Program tersebut dirancang untuk membantu perajin dan pembuat makanan kemasan mengakses modal kerja.
Bank Kalbar memfasilitasi pembuatan 28 barcode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) untuk pedagang lokal.
Penerapan QRIS mendorong pelaku usaha mikro beralih ke sistem pembayaran nontunai yang lebih praktis.
Selain platform digital, sebanyak 21 pelaku usaha mendapatkan pembukaan rekening tabungan perbankan resmi.
Kepemilikan rekening pembukuan membantu pengusaha kecil mengelola arus kas bisnis secara terpisah dan profesional.
Fasilitas PUMK disiapkan guna mendukung peremajaan alat produksi dan menjaga keberlanjutan bisnis lokal.
Kolaborasi ini melengkapi program pembinaan teknis dan pendampingan audit halal dari Rumah BUMN.
Supervisor Rumah BUMN Pertamina Sanggau, Supian Jeldi, menyatakan pentingnya integrasi layanan finansial ini.
“Kami berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti pada pelaksanaan Bimtek, tetapi benar-benar memberikan manfaat dan perubahan bagi UMKM binaan. Melalui sinergi bersama Bank Kalbar, kami ingin membantu UMKM mulai dari legalitas usaha, sertifikasi halal, akses perbankan dan pendanaan, hingga digitalisasi pembayaran melalui QRIS,” kata Supian.
Ia menilai penguasaan teknologi transaksi digital menjadi kunci utama UMKM bertahan di era belanja modern.
“Kami ingin UMKM semakin siap untuk naik kelas, berkembang, serta memiliki daya saing yang lebih kuat,” ungkapnya.
Sinergi perbankan dan pendamping usaha ini memperkuat ekosistem ekonomi digital di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.