faktakalbar

Bahaya Kabut Asap Pontianak: Lansia dan Anak-Anak Paling Rentan Kena Pneumonia

Faktakalbar.id - Masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan serta memakai masker akibat tingginya ancaman penyakit saluran pernapasan dari paparan kabut asap.

Penulis: Wati Sunday, 30 August 2026 📖 1 menit
Bahaya Kabut Asap Pontianak: Lansia dan Anak-Anak Paling Rentan Kena Pneumonia
Ilustrasi - Siswa sekolah dasar memakai masker saat beraktivitas menembus kabut asap. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Masyarakat Kota Pontianak dan sekitarnya diimbau mengurangi aktivitas luar ruangan serta memakai masker akibat tingginya ancaman penyakit saluran pernapasan dari paparan kabut asap.

Imbauan ini dikeluarkan seiring melonjaknya temuan kasus peradangan paru-paru atau pneumonia di wilayah Kalimantan Barat.

Kelompok rentan seperti anak-anak, balita, ibu hamil, hingga lansia menjadi sasaran utama yang sangat mudah terserang dampak buruk asap.

"Orang tua lebih banyak dan rentan terdampak pneumonia, bisa karena kabut asap ini," jelas Dokter Spesialis Paru RS Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Andreas.

Gejala awal yang kerap dialami masyarakat akibat menghirup udara beracun ini meliputi batuk-batuk serta bersin.

Bagi warga yang mengidap riwayat penyakit asma atau alergi, reaksi gangguan pernapasan akan muncul jauh lebih cepat dibanding warga biasa.

"Kalau paparan berlangsung terus-menerus dan tubuh tidak mampu mentoleransinya, gejala dapat berkembang menjadi sesak napas," ungkap Andreas.

Kondisi kabut asap yang parah berpotensi memicu infeksi jaringan paru-paru hingga kantung udara terisi cairan nanah.

Selain ancaman pneumonia, masyarakat di daerah dengan sebaran titik panas tinggi juga diminta mewaspadai bahaya penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut.

Sejumlah kawasan yang mencatatkan akumulasi titik panas tinggi antara lain Kabupaten Ketapang, Kota Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Mempawah, Sintang, dan Kapuas Hulu.

Pihak rumah sakit daerah pun mulai meningkatkan kelengkapan sarana medis untuk mengantisipasi lonjakan warga yang tumbang akibat asap.

"Sehingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan kasus dengan menyiapkan tenaga kesehatan, alat medis, ruang perawatan, serta sistem koordinasi dengan rumah sakit lain," tutur Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Anton Soedjarwo Pontianak, Josep Ginting.

Langkah penyiapan ruang rawat inap dan IGD dilakukan setelah data menunjukkan lonjakan pasien pernapasan hingga angka 20 persen.

Penanganan medis secara cepat sangat diperlukan agar keluhan sesak napas pada pasien tidak berujung pada kondisi fatal.

Warga diimbau untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat apabila mulai merasakan keluhan sesak napas yang membahayakan keselamatan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK