faktakalbar

Asap Karhutla Picu Risiko Gangguan Pernapasan, Kemenkes Rekomendasikan PJJ untuk Anak

Faktakalbar.id - Paparan asap kebakaran hutan dan lahan mendorong Kementerian Kesehatan merekomendasikan pemerintah daerah mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh untuk mengurangi aktivitas anak di luar ruangan.

Penulis: Wati Wednesday, 23 September 2026 📖 2 menit
Asap Karhutla Picu Risiko Gangguan Pernapasan, Kemenkes Rekomendasikan PJJ untuk Anak
Ilustrasi - Paparan asap karhutla menjadi perhatian karena berisiko terhadap kesehatan anak dan kelompok rentan di wilayah terdampak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Paparan asap kebakaran hutan dan lahan mendorong Kementerian Kesehatan merekomendasikan pemerintah daerah mempertimbangkan pembelajaran jarak jauh untuk mengurangi aktivitas anak di luar ruangan.

Rekomendasi tersebut disampaikan di tengah pencatatan 174.694 kasus infeksi saluran pernapasan akut di tujuh provinsi terdampak karhutla sejak 18 Agustus hingga 21 September 2026.

Direktur Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Then Suyanti mengatakan langkah tersebut berkaitan dengan upaya mengurangi paparan asap terhadap anak-anak.

Menurut Then, anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian ketika kualitas udara memburuk akibat asap karhutla.

Penerapan pembelajaran jarak jauh dapat dipertimbangkan oleh pemerintah daerah sesuai kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

Selain pengaturan aktivitas belajar, Kementerian Kesehatan melakukan pemantauan terhadap kualitas udara dan perkembangan kasus ISPA.

Pemantauan juga mencakup kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan serta ketersediaan logistik di wilayah yang terdampak.

Dari total kasus yang tercatat hingga 21 September, sebanyak 40.363 kasus terjadi pada kelompok balita.

Sementara itu, data terbaru yang disampaikan Kementerian Kesehatan menunjukkan terdapat 4.533 kasus ISPA yang masih tercatat.

"Data untuk hari ini, ada 4.533. Jadi yang sisanya sudah sembuh atau sehat kembali," kata Then.

Penanganan kesehatan dilakukan melalui penguatan posko kesehatan dan rumah sakit di daerah yang terdampak asap.

Kementerian Kesehatan juga mengirimkan sejumlah peralatan dan logistik untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat.

"Kita melakukan mobilisasi bantuan logistik berupa konsentrator oksigen, masker, tabung oksigen, dan termasuk menyiapkan Labkesmas untuk membantu pengujian kualitas udara, dan menggerakkan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) di kabupaten/kota," ujarnya.

Selain bantuan logistik, edukasi kepada masyarakat dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kesehatan akibat paparan asap.

Tujuh provinsi yang menjadi wilayah perhatian meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.

Kementerian Kesehatan menyatakan pemantauan akan mencakup perkembangan ISPA dan kondisi kualitas udara selama karhutla masih berdampak terhadap masyarakat.

Langkah tersebut juga mencakup pemantauan kesiapan layanan kesehatan dan ketersediaan kebutuhan medis di wilayah terdampak.

Pemerintah daerah memiliki pertimbangan untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran dengan kondisi udara agar aktivitas anak di luar ruangan dapat dikurangi saat paparan asap meningkat.

Upaya pencegahan tersebut menjadi bagian dari penanganan dampak kesehatan karhutla, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan balita.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK