Api Kembali Menyala, 30 Personel Gabungan Sisir Kebakaran Lahan di Jalan Trans Kalimantan
Faktakalbar.id - Sebanyak 30 personel gabungan kembali berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Trans Kalimantan, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (31/7/2026) siang.
Faktakalbar.id - Sebanyak 30 personel gabungan kembali berjibaku memadamkan kebakaran lahan di Jalan Trans Kalimantan, Desa Subah, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau, pada Jumat (31/7/2026) siang.
Langkah penyiraman ulang dilakukan setelah titik api yang sebelumnya padam pada Rabu (29/7/2026) mendadak kembali menyala di kawasan semak-semak kering tersebut.
Posisi kebakaran yang hanya berjarak sekitar empat meter dari bahu jalan utama berpotensi mengganggu keselamatan para pengguna jalan.
Kapolsek Tayan Hilir Kusdarwanto menjelaskan bahwa vegetasi kering dan tiupan angin kencang mempercepat kemunculan bara api secara mendadak.
“Karena api kembali muncul di beberapa bagian, pemadaman tidak cukup hanya dilakukan pada titik yang terlihat menyala. Tim harus menyisir area sekitar dan melakukan penyiraman ulang untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang berpotensi memicu kebakaran kembali,” ungkapnya.
Operasi pemadaman tersebut melibatkan personel Polsek Tayan Hilir, Koramil, Manggala Agni, KPH Sanggau Barat, hingga tim pemadam PT ICA.
Petugas mengerahkan armada tangki air, mesin pompa Robin, serta penampungan air darurat untuk membasahi seluruh permukaan tanah.
“Kami mengutamakan penanganan di lapangan agar api tidak meluas. Setelah pemadaman, pemantauan tetap diperlukan karena kondisi cuaca dan vegetasi kering dapat menyebabkan api kembali muncul. Karena itu, penyisiran titik-titik yang berpotensi menyimpan bara menjadi bagian penting dalam penanganan,” katanya.
Penanganan kebakaran lahan di Jalan Trans Kalimantan ini akan terus dipantau guna memastikan tidak ada kobaran api susulan.
Selain itu, petugas di lapangan juga mengusulkan adanya bantuan armada pemadam tambahan dari BPBD Kabupaten Sanggau.
Penyiapan armada cadangan dinilai krusial untuk mengantisipasi meluasnya sebaran titik api di tengah musim kemarau.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.