faktakalbar

Antrean BBM Kembali Terjadi di Ketapang, Bupati Minta Pertamina Evaluasi Kuota

Faktakalbar.id - Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (8/10/2026), sehingga mendorong pemerintah daerah meminta kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Penulis: Wati Friday, 09 October 2026 📖 1 menit
Antrean BBM Kembali Terjadi di Ketapang, Bupati Minta Pertamina Evaluasi Kuota
Antrean kendaraan terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, pada Kamis (8/10/2026). (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Antrean panjang kendaraan kembali terjadi di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Kamis (8/10/2026), sehingga mendorong pemerintah daerah meminta kepastian pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Bupati Ketapang Alexander Wilyo meminta PT Pertamina dan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) segera mengambil langkah untuk mengatasi persoalan tersebut.

“Antrean BBM kembali terjadi di sejumlah SPBU. Saya sudah meminta Pertamina dan BPH Migas segera mengambil langkah agar kondisi ini tidak terus berlarut dan meresahkan masyarakat,” katanya.

Menurut Alexander, kebutuhan BBM di Ketapang meningkat seiring pertumbuhan ekonomi, bertambahnya jumlah kendaraan, serta tingginya mobilitas masyarakat dan aktivitas transportasi.

Ia menilai ketersediaan energi perlu disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan daerah agar aktivitas masyarakat tidak terganggu.

Alexander juga meminta kuota BBM untuk Ketapang tidak dikurangi dan, jika memungkinkan, ditambah sesuai kebutuhan.

“Beberapa bulan lalu saya sudah datang langsung ke Pertamina dan BPH Migas. Saya meminta agar kuota BBM Ketapang jangan dikurangi, bahkan jika memungkinkan ditambah. Pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat harus diimbangi dengan pasokan BBM yang cukup,” ujarnya.

Menurut dia, pengaturan kuota dan penyediaan BBM merupakan kewenangan Pertamina dan BPH Migas, sedangkan pemerintah daerah berupaya menyampaikan kebutuhan masyarakat setempat.

Persoalan antrean tersebut tidak hanya berkaitan dengan jumlah pasokan, tetapi juga kelancaran distribusi BBM dari titik penyaluran hingga SPBU.

Alexander meminta distribusi berjalan tertib agar BBM dapat diterima masyarakat sesuai kebutuhan.

Ia juga menyebut pemerintah daerah telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengantisipasi pihak yang diduga memanfaatkan situasi kelangkaan.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolres untuk mengambil langkah penertiban yang diperlukan. Antrean di SPBU akan ditata agar tetap kondusif dan tidak dimanfaatkan oleh pihak tertentu,” tegasnya.

Hingga informasi ini disampaikan, belum terdapat data terperinci mengenai jumlah SPBU yang mengalami antrean, volume pasokan yang tersedia, maupun penyebab langsung terjadinya antrean.

Kepastian mengenai kondisi distribusi dan kecukupan kuota diperlukan untuk menjelaskan persoalan pasokan BBM di Ketapang secara menyeluruh.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK