faktakalbar

Ancaman Karhutla di Kubu Raya Meningkat, Solusi Embung Terpal Mulai Disiapkan

Faktakalbar.id - Pemataan titik api di Kabupaten Kubu Raya menunjukkan peningkatan ancaman karhutla di Kubu Raya seiring masuknya puncak musim kemarau pada awal Agustus 2026.

Penulis: Natash Sunday, 02 August 2026 📖 1 menit
Ancaman Karhutla di Kubu Raya Meningkat, Solusi Embung Terpal Mulai Disiapkan
Petugas melakukan pemantauan area lahan gambut rawan terbakar di kawasan Kabupaten Kubu Raya. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Pemataan titik api di Kabupaten Kubu Raya menunjukkan peningkatan ancaman karhutla di Kubu Raya seiring masuknya puncak musim kemarau pada awal Agustus 2026.

Wilayah Kabupaten Kubu Raya tercatat menjadi daerah dengan tingkat kemunculan titik api tertinggi ketiga di Kalimantan Barat setelah Ketapang dan Kayong Utara.

Sekitar 80 persen kawasan di daerah tersebut didominasi oleh tanah gambut yang sangat rentan terbakar saat kemarau panjang.

Kedalaman gambut di beberapa area seperti Sepakat, Sungai Raya, dan Sungai Ambawang bahkan mencapai 6 hingga 8 meter sehingga menyulitkan proses pemadaman.

Selain merusak ekosistem, bencana kabut asap mengancam keselamatan penerbangan di Bandara Internasional Supadio yang berada di wilayah penyangga tersebut.

Wakil Bupati Kubu Raya Sukiryanto menyoroti tingginya potensi timbulnya titik api baru selama beberapa pekan ke depan.

"Perkiraan kami, hingga September nanti ancaman kebakaran masih cukup tinggi. Karena itu seluruh unsur harus tetap siaga," ujar Sukiryanto.

Keterbatasan sumber air di area lahan gambut menjadi kendala utama tim gabungan dalam melakukan upaya pemadaman darat.

"Kita memiliki personel dan peralatan, tetapi ketika sumber air sulit didapat, pemadaman menjadi jauh lebih berat," katanya.

Guna mengatasi kelangkaan air, pembuatan embung darurat berbahan terpal senilai Rp3,6 juta per unit diusulkan menjadi solusi cepat di lokasi rawan.

"Kalau tersedia cadangan air di dekat lokasi kebakaran, respons pemadaman tentu akan jauh lebih cepat," ujarnya.

Penambahan personel tim survei lapangan terus didorong guna mempercepat penanganan awal saat timbul gejolak api di kawasan gambut.

Langkah antisipasi dini ini diharapkan mampu menekan dampak bahaya ancaman karhutla di Kubu Raya hingga akhir masa kemarau September mendatang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK