faktakalbar

Ancaman Gempa Megathrust di Indonesia: BMKG Soroti Potensi Bencana di Zona Selat Sunda dan Mentawai-Siberut

Penulis: Redaksi Monday, 07 October 2024 📖 1 menit
Ancaman Gempa Megathrust di Indonesia: BMKG Soroti Potensi Bencana di Zona Selat Sunda dan Mentawai-Siberut

JAKARTA
- Perdebatan mengenai kemungkinan terjadinya gempa megathrust di Indonesia kembali mencuat di tengah publik menyusul gempa kuat yang mengguncang Pulau Kyushu, Jepang dengan magnitudo 7,1 pada tanggal 8 Agustus lalu. Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengemukakan bahwa Indonesia perlu waspada terhadap dua zona megathrust yang memiliki potensi tinggi untuk mengalami gempa besar, yakni Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut Sabtu, (5/10/2024).

Diketahui, kedua zona tersebut telah lama tidak mengalami aktivitas seismik signifikan, yang dalam istilah kegempaan dikenal sebagai seismic gap. Hal ini menunjukkan bahwa sudah lebih dari dua abad kedua wilayah ini tidak mengalami gempa besar, dan berdasarkan siklus geologis, gempa besar bisa terjadi setiap beberapa ratus tahun.

Sementara BMKG tidak bisa memprediksi dengan pasti kapan gempa akan terjadi, Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menekankan pentingnya kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat. “Megathrust bukanlah isu baru, namun mengapa kami terus mengingatkannya? Karena kami ingin masyarakat dan pemerintah tidak hanya berbicara, tetapi juga segera melakukan mitigasi bencana,” ujar Dwikorita.

Menurut Dwikorita, BMKG telah mengambil langkah-langkah penting dalam mengantisipasi bencana megathrust yang mungkin terjadi. Langkah pertama adalah pemasangan InaTEWS, sistem peringatan dini tsunami yang terfokus pada zona-zona megathrust. Selain itu, BMKG juga berfokus pada edukasi baik di tingkat lokal maupun internasional, bekerja sama dengan Indian Ocean Tsunami Information Center untuk meningkatkan kapasitas negara-negara di sekitar Samudra Hindia dalam menghadapi gempa dan tsunami.

Langkah lain yang diambil termasuk pengecekan berkala pada sistem peringatan dini yang telah diserahkan kepada pemerintah daerah dan pelaksanaan uji coba sirine peringatan tsunami setiap bulan. Dwikorita menambahkan, “Kami juga mengandalkan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk membantu penyebarluasan informasi peringatan dini kepada masyarakat, sehingga semua pihak dapat bersiap jika terjadi bencana.” (ryo)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK