Air Sungai Pawan Dialirkan 9 Kilometer untuk Membasahi Gambut Bekas Karhutla di Ketapang
Faktakalbar.id - Lahan gambut terdampak kebakaran di Desa Sungai Pelang dan Sungai Besar, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dibasahi dengan mengalirkan air Sungai Pawan melalui jaringan kanal sepanjang sembilan kilometer. Pengaliran air tersebut…
Faktakalbar.id - Lahan gambut terdampak kebakaran di Desa Sungai Pelang dan Sungai Besar, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dibasahi dengan mengalirkan air Sungai Pawan melalui jaringan kanal sepanjang sembilan kilometer.
Pengaliran air tersebut dilakukan setelah kebakaran hutan dan lahan kembali terjadi di wilayah Ketapang pada September 2026.
Kepala Balai Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Mangrove Kalimantan, Yunus Sudaryanti, mengatakan pembasahan dilakukan untuk menjaga kelembapan gambut dan mengurangi risiko kebakaran kembali.
"Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan kebakaran hutan dan lahan yang kembali terjadi di Ketapang pada September 2026, terutama pada kawasan gambut yang membutuhkan pembasahan untuk menjaga kelembapan dan mengurangi risiko kebakaran berulang," kata Yunus di Pontianak, Minggu.
Air Sungai Pawan dipompa dari titik pengambilan di sungai menuju jaringan kanal yang mengarah ke kawasan gambut sasaran.
"Air Sungai Pawan dipompa dari titik pengambilan di sungai, kemudian dialirkan melalui jaringan kanal sepanjang sembilan kilometer menuju kawasan gambut sasaran. Jaringan tersebut melintasi lahan masyarakat maupun lahan milik PT AER," tuturnya.
Untuk menjaga aliran air di sepanjang jalur tersebut, sedikitnya sembilan sekat kanal dan tujuh lokasi gorong-gorong disiapkan.
Sistem pengaliran juga menggunakan satu mesin pompa induk dan dua mesin pompa pendorong.
Dua embung disiapkan di sekitar lokasi pompa pendorong untuk membantu mengalirkan air menuju kawasan gambut yang membutuhkan pembasahan.
Pembangunan jaringan dilakukan melalui sejumlah tahapan sebelum sistem pengaliran digunakan.
Tahapan tersebut meliputi survei dan pengukuran, perizinan dan koordinasi, pemasangan mesin di tepi sungai, pembangunan embung dan sekat kanal, serta pembersihan kanal.
Yunus mengatakan jalur tersebut menghubungkan sumber air dengan kawasan gambut yang terdampak kebakaran.
"Jaringan tersebut dirancang untuk menghubungkan sumber air Sungai Pawan dengan kawasan gambut yang terdampak kebakaran. Dari dokumentasi udara, jalur pengaliran memperlihatkan bentangan kanal yang membawa air dari sungai menuju kawasan gambut," kata Yanti.
Pembasahan dilakukan melalui kerja sama Balai Gambut dan Mangrove Wilayah Kalimantan, PT Arrtu Energie Resources, Masyarakat Peduli Api Desa Sungai Pelang dan Sungai Besar, pemerintah desa, serta sejumlah instansi terkait.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.