Air Sungai Biang Dilaporkan Keruh, Warga Sekadau Keluhkan Gatal-Gatal Usai Beraktivitas
Faktakalbar.id – Warga di wilayah hilir Sungai Biang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mengeluhkan air sungai yang semakin keruh dan gangguan kulit setelah beraktivitas di sungai, di tengah dugaan pencemaran yang dikaitkan dengan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Biang Marau.
Faktakalbar.id – Warga di wilayah hilir Sungai Biang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, mengeluhkan air sungai yang semakin keruh dan gangguan kulit setelah beraktivitas di sungai, di tengah dugaan pencemaran yang dikaitkan dengan penambangan emas tanpa izin (PETI) di Biang Marau.
Keluhan tersebut mendorong puluhan warga menggelar demonstrasi pada Jumat (16/10/2026) untuk menuntut penghentian aktivitas penambangan yang mereka nilai mengancam lingkungan dan kebutuhan air sehari-hari.
Warga menyebut Sungai Biang sebelumnya dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan harian, tetapi kondisi air yang dilaporkan berubah kini menimbulkan kekhawatiran.
Sejumlah warga juga mengaku mengalami gatal-gatal setelah beraktivitas di sungai, dengan keluhan yang disebut dialami oleh anak-anak hingga orang dewasa.
Meski demikian, belum ada hasil pemeriksaan yang memastikan hubungan antara kondisi air sungai, aktivitas PETI, dan gangguan kulit yang dialami warga.
Dugaan pencemaran Sungai Biang perlu ditindaklanjuti melalui pengambilan dan pengujian sampel air oleh pihak berwenang agar kualitas air dapat dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan.
Pemeriksaan medis juga diperlukan untuk mengetahui penyebab keluhan kulit yang dilaporkan warga, sehingga dugaan dampak kesehatan tidak langsung dianggap sebagai akibat pencemaran sebelum ada bukti pendukung.
Dalam aksi tersebut, warga meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum menghentikan aktivitas penambangan ilegal di Biang Marau serta memeriksa kondisi lingkungan di sekitar sungai.
“Kami tidak bisa terus-menerus dibiarkan menderita penyakit kulit akibat air yang tercemar. Kami minta penambangan liar ini segera dihentikan sebelum dampaknya makin parah,” tegas salah satu perwakilan warga dalam aksi tersebut.
Warga juga meminta penertiban dilakukan secara permanen terhadap kegiatan penambangan yang terbukti melanggar hukum.
Apabila hasil pemeriksaan menemukan pencemaran, warga berharap pihak terkait mengambil langkah pemulihan agar kualitas air sungai dapat kembali terjaga.
Hingga berita ini disusun, belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait hasil pemeriksaan kualitas air, keluhan kesehatan warga, ataupun tindak lanjut atas tuntutan demonstrasi.
Belum tersedia pula hasil uji laboratorium yang dapat memastikan apakah air Sungai Biang tercemar akibat aktivitas penambangan emas di kawasan tersebut.
Kepastian mengenai kondisi sungai menjadi penting bagi warga yang bergantung pada aliran air tersebut, sekaligus sebagai dasar untuk menentukan langkah penanganan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.