651 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Risiko Karhutla Masih Mudah hingga Sangat Mudah
Faktakalbar.id - Sebanyak 651 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir, sementara potensi kebakaran hutan dan lahan masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar dalam sepekan ke depan.
Faktakalbar.id - Sebanyak 651 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat dalam 24 jam terakhir, sementara potensi kebakaran hutan dan lahan masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar dalam sepekan ke depan.
Data tersebut disampaikan BMKG Supadio Pontianak bersamaan dengan prakiraan kondisi cuaca Kalimantan Barat pada Selasa, 6 Oktober 2026.
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena kabut asap masih diprakirakan menyelimuti sejumlah wilayah Kalimantan Barat pada Selasa.
"Selanjutnya untuk pantauan titik panas atau hotspot di wilayah Kalimantan Barat selama 24 jam terakhir terdeteksi adanya 651 titik panas di wilayah Kalimantan Barat, dan untuk potensi kemudahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan dalam satu minggu kedepan wilayah Kalimantan Barat masih berada pada kategori mudah hingga sangat mudah terbakar. Kami imbau kepada masyarakat untuk menghindari kegiatan-kegiatan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan," kata Fitri.
Potensi kebakaran hutan dan lahan tersebut diprakirakan perlu diwaspadai terutama di wilayah Kalimantan Barat bagian selatan.
Di sisi lain, hujan masih berpotensi terjadi di sejumlah daerah pada Selasa.
Hujan ringan diprakirakan turun di sebagian wilayah Sambas, Kapuas Hulu, Pontianak, Kubu Raya, Singkawang, Sanggau, Sekadau, Sintang, Melawi, dan Ketapang pada waktu yang berbeda.
Hujan dengan intensitas sedang berpotensi terjadi di sebagian wilayah Bengkayang.
Kondisi angin pada hari ini secara umum bergerak dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan 10-35 kilometer per jam.
Suhu udara diprakirakan berkisar 23 hingga 34 derajat Celsius, sedangkan kelembapan udara berada pada rentang 53-98 persen.
BMKG juga memperingatkan potensi hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang dalam durasi singkat.
Sementara itu, keberadaan ratusan titik panas menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan dalam pemantauan potensi kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Barat.
Masyarakat diminta menghindari aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di wilayah dengan kondisi lahan yang mudah hingga sangat mudah terbakar.
Perkembangan informasi mengenai titik panas dan kondisi cuaca dapat dipantau melalui aplikasi Info BMKG, situs BMKG Kalimantan Barat, serta akun Instagram terverifikasi @BMKG_Kalbar.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.