faktakalbar

622 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Risiko Karhutla Masih Tinggi hingga Pertengahan Oktober

Faktakalbar.id - Sebanyak 622 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat dalam pemantauan 24 jam hingga Jumat (9/10/2026), di tengah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih perlu diwaspadai.

Penulis: Wati Saturday, 10 October 2026 📖 1 menit
622 Titik Panas Terdeteksi di Kalbar, Risiko Karhutla Masih Tinggi hingga Pertengahan Oktober
Pemantauan BMKG mendeteksi 622 titik panas di Kalimantan Barat selama 24 jam hingga Jumat (9/10/2026), dengan potensi karhutla yang perlu diwaspadai. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Sebanyak 622 titik panas terdeteksi di Kalimantan Barat dalam pemantauan 24 jam hingga Jumat (9/10/2026), di tengah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih perlu diwaspadai.

Berdasarkan informasi BMKG, indeks potensi karhutla pada periode 9–15 Oktober 2026 berada dalam kategori mudah hingga sangat mudah terbakar, terutama di wilayah Kalimantan Barat bagian selatan.

Kondisi tersebut menunjukkan perlunya kewaspadaan di kawasan rawan kebakaran, khususnya ketika titik panas terpantau dalam jumlah besar.

Selain risiko karhutla, kabut asap juga masih berpotensi mengganggu jarak pandang di sejumlah wilayah Kalimantan Barat.

Prakirawan BMKG Supadio Pontianak, Tika, menyampaikan bahwa kondisi udara pada Jumat pagi hingga siang diprakirakan berawan, tetapi masih disertai kekaburan akibat kabut asap.

“Untuk pagi hingga siang hari secara umum berawan, namun terdapat kekaburan udara akibat adanya kabut asap,” ujar Tika Jumat (9/10/2026).

Menurut Tika, kekaburan udara akibat kabut asap masih dapat terjadi pada siang hingga sore hari di sebagian besar wilayah Kalimantan Barat.

Hujan ringan berpotensi turun di sejumlah kabupaten dan kota pada periode yang sama, tetapi kondisi tersebut tidak menghilangkan kebutuhan untuk mewaspadai kebakaran lahan.

BMKG juga memperkirakan indeks potensi kebakaran berada pada tingkat mudah hingga sangat mudah terbakar selama sepekan, sehingga aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar perlu dihindari.

Masyarakat yang tinggal di kawasan rawan karhutla diimbau tidak melakukan pembakaran lahan dan segera melaporkan jika menemukan indikasi kebakaran.

Pelaporan sejak dini diperlukan agar titik api dapat diketahui dan ditangani sebelum meluas ke area lain.

Perkembangan titik panas dan potensi kebakaran menjadi informasi penting untuk memantau situasi karhutla di Kalimantan Barat selama periode tersebut.

Masyarakat dapat memantau informasi cuaca dan kondisi atmosfer melalui situs resmi BMKG Kalimantan Barat di kalbar.bmkg.go.id serta akun Instagram BMKG Kalbar.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK