faktakalbar

31 WNA, Bagian Sindikat Internasional Penipuan Modus Judi Online

Faktakalbar.id - Terungkap 31 warga negara asing (WNA) yang digerbek di Hotel Surya Pontianak diduga merupakan bagian dari sindikat judi online jaringan internasional. Mereka disebut hampir dua bulan telah menginap dan beroperasi dengan dugaan aktiv…

Penulis: DHN Friday, 18 September 2026 📖 4 menit
31 WNA, Bagian Sindikat Internasional Penipuan Modus Judi Online
WNA asal Malaysia dan Taiwan diamankan Kantor Imigrasi Pontianak dan Polresta Pontianak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Terungkap 31 warga negara asing (WNA) yang digerbek di Hotel Surya Pontianak diduga merupakan bagian dari sindikat judi online jaringan internasional. Mereka disebut hampir dua bulan telah menginap dan beroperasi dengan dugaan aktivitas scam atau penipuan judi online dan telah meraup miyaran uang korbannya.

Aktivitas puluhan WNA tersebut sebelumnya terungkap setelah Imigrasi Pontianak bersama Polresta Pontianak melakukan penggerbekan di Hotel Surya, Jalan Sidas, Kota Pontianak.

Baca Juga: IRONI! 31 WNA Diduga Scamming di Pontianak Dideportasi, Sedangkan di Malaysia WNI Dihukum

Fakta Kalbar kemudian menggali informasi dari seorang narasumber yang identitasnya dirahasiakan. Dari penelusuran tersebut diperoleh informasi mengenai pola kedatangan dan pengelolaan akomodasi para WNA tersebut.

Menurut narasumber, seluruh proses pemesanan kamar dan kebutuhan akomodasi para WNA diduga tidak dilakukan secara langsung oleh mereka.

Ilustrasi seseorang tengah bermainan judi online di handpone. (Dok. Ist)Ilustrasi seseorang tengah bermainan judi online di handpone. (Dok. Ist)

Pemesanan kamar disebut diurus oleh orang dekat pemilik hotel.

Para WNA tersebut menempati sekitar 14 kamar. Karyawan hotel mengetahui keberadaan mereka sebagai tamu, tetapi disebut tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan di dalam kamar.

Hal itu karena sejak awal kedatangan, urusan para WNA disebut sudah ditangani oleh orang dekat pemilik hotel.

"Sejak awal datang mereka sudah diurus orang dekat pemilik. Bukan mereka yang pesan sendiri," kata narasumber yang minta namanya dirahasikan kepada Fakta Kalbar.

Informasi tersebut kemudian dikonfirmasi kepada pemilik Hotel Surya, Yuliardi Kamal.

Ketika dikonfirmasi mengenai keberadaan 31 WNA tersebut dan tujuan penggunaan kamar hotel, Yuliardi mengatakan bahwa berdasarkan sepengetahuannya, penyewaan kamar tersebut dilakukan untuk kegiatan kantor operasional pialang saham online.

"Sepengetahuan saya penyewaannya, mereka izin untuk digunakan sebagai kantor operasional pialang saham online. Dan sekarang sedang ditangani pihak Imigrasi dan kepolisian," kata Yuliardi Kamal saat dikonfirmasi.

Pernyataan Yuliardi tersebut menjadi salah satu bagian yang perlu didalami aparat, terutama terkait kesesuaian antara tujuan penggunaan tempat yang disampaikan kepada pihak hotel dengan dugaan aktivitas penipuan digital yang kini tengah diperiksa.

Mantan anggota sindikat penipuan judi online Frangky mengatakan," keberadaan puluhan orang dalam satu lokasi dengan pola kerja terorganisasi biasanya menunjukkan adanya persiapan sebelum sebuah wilayah dijadikan lokasi operasi."

"Jadi mereka bikin scaming di Kalbar, pasti ada yang membuka jalan. Nah, siapa yang membuka jalan ini," kata Franky.

Menurut dia, jaringan scam dengan jumlah personel besar biasanya merupakan bagian dari sindikat antar negara. Mereka melakukan pemetaan terlebih dahulu terhadap wilayah yang akan digunakan.

Pemetaan itu, kata dia, dapat mencakup kondisi keamanan, kemampuan aparat, hingga potensi adanya pihak yang dapat membantu aktivitas mereka.

"Modus seperti ini dengan personel yang banyak biasanya sindikat internasional. Pasti ada modus awal untuk di Kalbar ini. Mereka punya data Kalbar sebelumnya, apakah aparatnya ketat atau tidak, bisa disuap atau diajak bekerja sama atau tidak, atau canggih apa tidak," ujarnya.

Menurut Franky, jaringan tersebut juga mengumpulkan informasi mengenai aparat penegak hukum di daerah yang menjadi lokasi operasi.

"Untuk keamanan mereka, itu sudah punya data dan informasi aparat keamanan tersebut. Bahkan sudah diprofil petinggi-petinggi oknum penegak hukumnya," katanya.

Franky kemudian mengungkap dugaan pola lain yang menurut dia berkaitan dengan sindikat tersebut. Ia mengatakan, biasanya sindikat semacam ini juga berkaitan dengan aktivitas judi online.

"Biasanya sindikat ini merupakan sindikat judi online internasional. Apalagi kita mendengar semenjak pemerintah Kamboja merazia besar-besaran aktivitas scam dan judi online di negaranya, saya dengar informasi banyak sindikat yang memindahkan aktivitasnya ke Pontianak, Kalbar," ujar Franky.

Menurut dia, perpindahan lokasi operasi tersebut memungkinkan sindikat tetap menjalankan aktivitasnya dengan menggunakan pola operasi yang sama, termasuk menggabungkan aktivitas judi online dengan penipuan digital.

"Nah, di sela-sela aktivitas judi online mereka melakukan scam juga," katanya. Target Korban Diduga Dipetakan

Franky mengatakan jaringan scam juga dapat memiliki database calon korban.

Menurut dia, salah satu metode yang digunakan adalah phishing, yakni mengirimkan tautan tertentu kepada korban dengan tujuan mendapatkan akses terhadap informasi atau perangkat digital korban.

"Mereka juga punya database tujuan scamming seperti pejabat yang duit tabungan 'haram'-nya banyak dan pengusaha-pengusaha besar di sini," ujarnya.

Ia mengatakan modus phishing dapat digunakan untuk mengambil alih akun digital korban, termasuk aplikasi komunikasi dan dalam kondisi tertentu informasi perbankan.

"Biasanya dengan phishing, modus mengirim link tautan lalu korban membuka link tersebut dan isi HP langsung diambil alih seperti WhatsApp, bahkan sampai mobile banking bisa diambil alih," katanya.

Franky menyebut target jaringan semacam itu dapat berasal dari berbagai negara.

"Biasanya target mereka internasional. Tapi ini yang mengherankan, kenapa Kalbar dijadikan tempat operasional," ujarnya.

Menurut dia, operasi dengan jumlah personel besar biasanya membutuhkan tempat yang dianggap aman oleh jaringan.

"Biasanya di Jakarta, Jakarta banyak tempat sembunyi. Jangan sampai Kalbar, Pontianak dianggap tempat paling aman sama sindikat ini," katanya.

Franky menilai keberadaan puluhan WNA dalam satu lokasi perlu menjadi perhatian serius aparat, terutama apabila ditemukan indikasi aktivitas penipuan digital yang terorganisasi.

"Harusnya tim siber Polda bisa mendeteksi sejak awal," ujarnya.

(DHN)

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK