faktakalbar

300 Relawan Ikuti World Cleanup Day 2026 di Pontianak, Sampah Dipilah dan Ditimbang

Faktakalbar.id - Sekitar 300 relawan mengikuti aksi World Cleanup Day (WCD) 2026 di kawasan Taman Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Minggu (11/10/2026), dengan kegiatan bersih-bersih dan pemilahan sampah.

Penulis: Wati Sunday, 11 October 2026 📖 1 menit
300 Relawan Ikuti World Cleanup Day 2026 di Pontianak, Sampah Dipilah dan Ditimbang
Relawan World Cleanup Day 2026 memilah sampah hasil aksi bersih-bersih di kawasan Taman Digulis dan sekitarnya di Pontianak. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id - Sekitar 300 relawan mengikuti aksi World Cleanup Day (WCD) 2026 di kawasan Taman Digulis Universitas Tanjungpura, Pontianak, Minggu (11/10/2026), dengan kegiatan bersih-bersih dan pemilahan sampah.

Relawan berasal dari kalangan pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, serta aparatur pemerintah yang terlibat dalam aksi bertema “Aksi Bersih Pemuda-Pemudi Merdeka dari Sampah”.

Koordinator Pelaksana WCD Pontianak 2026, Vivi Norvika, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pembersihan lingkungan, tetapi juga mendorong kebiasaan hidup minim sampah.

Aksi bersih-bersih dilakukan di kawasan Jalan Daya Nasional, sedangkan kegiatan menebar ekoenzim berlangsung di Jalan Media.

Taman Digulis dan kawasan sekitarnya dipilih karena menjadi salah satu ruang aktivitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan olahraga dan edukasi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta diwajibkan membawa botol minum pribadi untuk mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai.

Relawan juga diminta memilah sampah hasil kegiatan ke dalam tiga kategori, yakni organik, anorganik yang bernilai daur ulang, dan residu.

Pemisahan tersebut dilakukan agar sampah yang masih dapat dimanfaatkan tidak tercampur dengan material yang harus dibuang sebagai residu.

Sampah yang terkumpul kemudian ditimbang dan dicatat oleh Bank Sampah Rosela Purnama dan Bank Sampah Untan.

Data hasil penimbangan selanjutnya dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup sebagai bagian dari kontribusi Pontianak dalam pelaksanaan WCD tingkat nasional.

Pelaksanaan kegiatan ini juga menyoroti pentingnya perubahan kebiasaan masyarakat dalam menangani sampah setelah aktivitas sehari-hari.

Pemilahan dari sumbernya dapat membantu memisahkan material yang berpotensi didaur ulang dari sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali.

Di sisi lain, penggunaan botol minum pribadi menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengurangi timbulan sampah kemasan selama kegiatan berlangsung.

Aksi tersebut melibatkan berbagai kelompok masyarakat sehingga edukasi pengelolaan sampah menjangkau peserta dari beragam latar belakang.

Meski demikian, jumlah sampah yang berhasil dikumpulkan dan rincian hasil penimbangan belum disebutkan dalam informasi kegiatan.

Data tersebut dapat memberikan gambaran lebih terukur mengenai volume sampah yang terkumpul serta jenis sampah yang paling banyak ditemukan.

Kegiatan WCD di Pontianak menjadi salah satu ruang bagi masyarakat untuk terlibat langsung dalam kebersihan lingkungan sekaligus mempraktikkan pemilahan sampah.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama.

Jaringan Informasi Nusantara

Menghubungkan fakta dari setiap sudut Indonesia, memberikan suara bagi daerah untuk literasi positif yang membangun bangsa.

28 Provinsi Tercover
500+ Kontributor Daerah
FAKTA NASIONAL NETWORK