Baca Juga: SSB Galaxy Lanud Supadio Resmi Dibuka, Dorong Pembinaan Generasi Muda Lewat Sepak Bola
Meski demikian, Ramli secara khusus menggarisbawahi bahwa kesiapan mental bertanding saat berada di arena sesungguhnya adalah faktor penentu yang paling krusial.
Tekanan psikologis di lapangan dan atmosfer perlombaan dinilai sering kali menjadi batu sandungan bagi atlet potensial yang menorehkan rekor baik di sesi latihan.
“Kadang gada anak yang latihannya bagus. Catatan waktunya cepat, lompatannya juga bagus. Tetapi ketika di arena pertandingan justru targetnya meleset. Ini pengaruhnya ada di mental atlet,” ujarnya.
Menyadari besarnya pengaruh psikologis tersebut, tim pelatih saat ini tidak sekadar memberikan porsi latihan yang berfokus pada kemampuan fisik dan perbaikan teknik semata. Pembangunan karakter dan penguatan mental juara kini menjadi salah satu porsi fokus utama.
Harapannya, dengan mentalitas yang matang, seluruh kontingen atlet PASI Kota Pontianak siap tempur dan tidak gentar saat menghadapi berbagai tingkat kompetisi, baik di level kota, jenjang provinsi, kejuaraan nasional, hingga tataran internasional di masa mendatang.
(*Red)










