“Kami hadir memberikan pengamanan secara maksimal agar kegiatan berjalan lancar tanpa gangguan, sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian adat dan budaya lokal,” ujar Marianus. Ia turut mengapresiasi partisipasi masyarakat yang tertib selama prosesi berlangsung.
Secara filosofis, Ritual Pedagi Macant Nyawi dan Nek Lanai memiliki makna spiritual yang mendalam bagi masyarakat Dayak setempat.
Baca Juga: Peringati Hari Jadi ke-410 Kota Sanggau, Keraton Surya Negara Gelar Ritual Tolak Ajong
Prosesi ini dipercaya sebagai sarana penghormatan kepada roh leluhur dan permohonan keselamatan, keberkahan, serta perlindungan bagi kemajuan Kabupaten Sanggau ke depan.
Selain sebagai ritual sakral, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan sosial antarmasyarakat serta memperkuat identitas budaya lokal.
Pelaksanaan ritual adat ini diharapkan terus menjadi simbol harmoni antara tradisi, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun daerah yang lebih bermartabat.
(*Red)
















