Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Saat memilih pasangan hidup, kecocokan karakter dan fisik sering kali menjadi pertimbangan utama. Namun, ada satu faktor krusial yang pantang untuk diabaikan: kecocokan finansial.
Mulai dari urusan sepele seperti siapa yang membayar saat kencan, hingga keputusan besar seperti cicilan rumah, isu keuangan akan terus mengiringi perjalanan sebuah hubungan.
Faktanya, kestabilan ekonomi kini menjadi daya tarik yang sangat penting. Sebuah survei dari The Harris Poll menunjukkan bahwa 74 persen orang dewasa lajang menganggap stabilitas keuangan sebagai salah satu sifat paling menarik dari calon pasangan.
Valerie Galinskaya, pakar dari Merrill Center for Family Wealth, menjelaskan bahwa uang dalam sebuah hubungan sering kali merepresentasikan hal lain, seperti cinta, kendali, dan kekuasaan.
Baca Juga: Lawan Gaya Hidup “BPJS”, BEI Kalbar Ajak Masyarakat Melek Finansial Lewat IDX Mobile
Jika pasangan tidak meluangkan waktu untuk menyelaraskan pandangan soal uang, mereka sebenarnya sedang mengundang masalah di masa depan.
Agar tidak terjebak dalam hubungan yang toxic secara ekonomi, berikut adalah 3 tanda red flag bahwa Anda dan pasangan mungkin tidak berjodoh secara finansial:
1. Selalu Menghindari Obrolan Seputar Uang
Di awal masa pendekatan, Anda tentu tidak perlu langsung membeberkan nominal gaji atau daftar utang secara rinci.
Namun, seiring berjalannya waktu dan semakin seriusnya hubungan, keengganan untuk membicarakan kondisi keuangan adalah sebuah pertanda buruk.
Galinskaya menekankan adanya perbedaan besar antara “privasi” dan “kerahasiaan”.
Sangat sulit bagi sebuah pasangan untuk mencapai tujuan bersama seperti merencanakan pernikahan atau membeli rumah jika salah satu pihak terus-menerus merahasiakan tumpukan utang atau kondisi tabungannya.
2. Kontrol Keuangan yang Sangat Timpang
Keterbukaan finansial memang dianjurkan, tetapi akan menjadi masalah besar jika berubah menjadi kontrol yang mengekang.
Bentuk ketidakcocokan ini sering kali luput disadari karena dibalut dengan dalih “perhatian”.
Jika pasangan mulai menuntut akses penuh ke rekening pribadi Anda, mengecek setiap mutasi transaksi dengan posesif, atau mendominasi seluruh keputusan pengeluaran, ini adalah tanda bahaya.
Dominasi finansial yang berlebihan dapat berujung pada pelecehan ekonomi (economic abuse).
Keputusan keuangan yang sehat seharusnya didiskusikan dan disepakati bersama, bukan dikendalikan secara sepihak.
3. Perbedaan Ambisi dan Etos Kerja
Berjodoh secara finansial tidak berarti Anda dan pasangan harus memiliki nominal gaji yang sama persis.
Hal yang paling ditekankan adalah keselarasan tujuan dan ambisi ke depan.
Jika Anda adalah tipe orang yang berorientasi pada pengembangan karier dan tabungan masa depan, sementara pasangan Anda sering bergonta-ganti pekerjaan tanpa alasan jelas atau tidak memiliki motivasi untuk maju, hal ini bisa memicu konflik panjang.
Perbedaan etos kerja ini sering kali mencerminkan seberapa besar usaha, waktu, dan insight yang bersedia mereka kontribusikan dalam mempertahankan hubungan.
Sebagai langkah awal, cobalah duduk bersama dan definisikan apa arti “kesuksesan finansial” versi kalian berdua.
Jika dari obrolan ini saja sudah banyak ketidakcocokan yang tak bisa dikompromikan, mungkin sudah saatnya Anda mengevaluasi kembali arah hubungan tersebut.
Baca Juga: 5 Tips Bahagia dan Merasa Cukup secara Finansial di Tengah Tuntutan Gaya Hidup
(Mira)















