Kalbar, Lifestyle  

Waspada! 5 Ancaman Bencana Alam di Kalimantan Barat yang Wajib Anda Ketahui

"Tinggal di Kalimantan Barat menuntut kita untuk memiliki gaya hidup tanggap bencana. Kenali berbagai jenis bencana alam yang kerap melanda wilayah ini agar lebih waspada."
Tinggal di Kalimantan Barat menuntut kita untuk memiliki gaya hidup tanggap bencana. Kenali berbagai jenis bencana alam yang kerap melanda wilayah ini agar lebih waspada. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memilih Kalimantan Barat sebagai tempat tinggal atau destinasi merintis karier tentu menawarkan banyak pesona, mulai dari kekayaan budaya hingga panorama alamnya yang memukau.

Namun, di balik keindahan tersebut, ada realitas alam yang tidak bisa kita abaikan. Membangun gaya hidup yang aman dan nyaman di wilayah ini berarti juga harus siap dan peka terhadap potensi bencana alam yang mengintai.

Mengetahui jenis bencana apa saja yang sering terjadi bukanlah untuk menakut-nakuti, melainkan sebagai langkah mitigasi agar kita bisa menerapkan smart living atau gaya hidup cerdas dan tanggap bencana.

Berikut adalah deretan bencana alam yang paling sering terjadi di Kalimantan Barat:

Baca Juga: Berdasarkan Riset, Ini Deretan Kabupaten yang Paling Sering Alami Banjir di Kalbar

1. Banjir

Ini adalah bencana musiman yang hampir selalu menjadi tajuk utama berita setiap tahunnya.

Dengan topografi yang dialiri banyak sungai besar seperti Sungai Kapuas, daerah-daerah seperti Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, hingga Ketapang sangat rawan terendam banjir.

Curah hujan yang tinggi, pendangkalan sungai, hingga hilangnya daerah resapan air membuat debit air mudah meluap dan merendam permukiman warga hingga berhari-hari.

2. Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)

Jika musim hujan identik dengan banjir, maka musim kemarau di Kalbar identik dengan ancaman karhutla.

Lahan gambut yang luas sangat mudah terbakar saat cuaca panas ekstrem.

Bencana ini tidak hanya menghancurkan ekosistem, tetapi juga memicu kabut asap tebal (smog) yang sangat mengganggu kesehatan pernapasan.

Menyiapkan air purifier di rumah dan masker berkualitas tinggi sering kali menjadi kebutuhan wajib bagi masyarakat Kalbar di musim kemarau.

3. Angin Puting Beliung

Fenomena cuaca ekstrem ini kerap kali datang tiba-tiba. Perubahan suhu yang drastis memicu pembentukan awan cumulonimbus yang kemudian melepaskan pusaran angin kencang.

Daerah pesisir maupun kawasan dengan topografi datar seperti Kubu Raya, Kota Pontianak, dan pesisir Mempawah sering kali menjadi sasaran tembak puting beliung yang mampu menerbangkan atap rumah dan menumbangkan pohon-pohon besar.

4. Tanah Longsor

Meski sebagian besar wilayah Kalbar berupa dataran rendah, ancaman tanah longsor tetap mengintai di kawasan perbukitan dan dataran tinggi, seperti di Kabupaten Bengkayang, Landak, dan Kapuas Hulu.

Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur terus-menerus dapat membuat struktur tanah di tebing perbukitan menjadi labil dan akhirnya ambrol, menutupi akses jalan dan mengancam rumah-rumah di lereng bukit.

5. Banjir Rob (Banjir Pasang Air Laut)

Bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir dan muara sungai, seperti di pesisir Kota Pontianak, Mempawah, dan Singkawang, genangan air akibat pasang air laut atau rob adalah fenomena yang rutin terjadi.

Bencana ini semakin diperparah ketika pasang air laut tertinggi terjadi bersamaan dengan hujan lebat, membuat air kesulitan mengalir ke laut dan justru berbalik merendam daratan.

Menerapkan gaya hidup sadar lingkungan (eco-friendly) adalah salah satu kunci untuk bertahan dan mengurangi dampak kerusakan alam. Mulai dari tidak membuang sampah ke sungai, menjaga kelestarian pohon di sekitar rumah, hingga memahami rute evakuasi di lingkungan tempat tinggal adalah investasi terbaik untuk menjaga keselamatan diri dan keluarga di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Waspada Bencana! 5 Alasan Kenapa Alih Lahan Kebun Sawit Memicu Banjir di Kalbar

(Mira)