“Dukungan penganggaran sangat krusial guna memastikan program perlindungan, pemulihan, hingga pemberdayaan korban TPPO ini dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan,” pungkasnya.
Dengan dibukanya ruang partisipasi aktif dari masyarakat dan institusi pendidikan, Pontianak diharapkan memiliki sistem deteksi dini yang lebih kuat untuk memutus mata rantai sindikat perdagangan orang di Kalimantan Barat.
Baca Juga: Terbongkar, Jaringan TPPO Jual Beli Bayi via Medsos Libatkan Orang Tua Kandung
(Mira)
















