Dampak Gempa Flores Timur Paksa 1.100 Jiwa Mengungsi di Tenda Darurat

BPBD Kabupaten Flores Timur dan Tim gabungan mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan bagi warga terdampak gempabumi di Pulau Adonara, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (9/4).
BPBD Kabupaten Flores Timur dan Tim gabungan mendistribusikan bantuan logistik dan peralatan bagi warga terdampak gempabumi di Pulau Adonara, Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur pada Kamis (9/4). (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, LARANTUKA – Dampak gempa Flores Timur bermagnitudo 4,7 yang mengguncang wilayah Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Rabu (8/4/2026) pukul 23.12 WIB dilaporkan kian meluas.

Data pemutakhiran terbaru mencatat ratusan unit infrastruktur rumah mengalami kerusakan dan sedikitnya 1.100 jiwa terpaksa mengungsi dari tempat tinggal mereka guna mencari perlindungan aman.

Baca Juga: Gempa Flores Timur Magnitudo 4,7: Lima Warga Luka Berat, Ratusan Jiwa Terdampak

Berdasarkan hasil pendataan mutakhir yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur hingga Kamis (9/4/2026) pukul 17.00 WIB, jumlah wilayah yang merasakan guncangan dan mengalami kerusakan fisik kini bertambah menjadi lima desa.

Kelima wilayah terdampak meliputi Desa Terong, Desa Lamahala Jaya, Desa Dawataa, dan Desa Karing Lamalouk yang secara administratif berada di Kecamatan Adonara Timur, Pulau Adonara. Selain itu, kerusakan bangunan juga dilaporkan melanda satu desa lainnya, yakni Desa Motonwutun yang terletak di wilayah Kecamatan Solor Timur.

Akibat peristiwa alam tersebut, secara keseluruhan terdapat 215 unit rumah milik warga di lima desa itu yang mengalami kerusakan dengan klasifikasi tingkat kerusakan yang bervariasi. Tidak hanya menyasar hunian pribadi milik masyarakat, sejumlah bangunan fasilitas umum juga dilaporkan ikut terdampak dan membutuhkan langkah penanganan.

Rincian kerusakan infrastruktur yang berhasil dihimpun mencakup 134 unit rumah warga dan dua fasilitas umum di wilayah Desa Terong. Sementara itu, di wilayah Desa Lamahala Jaya, guncangan tektonik merusak 70 unit rumah beserta empat unit fasilitas umum masyarakat setempat.

Selanjutnya, kerusakan infrastruktur turut menghantam wilayah Desa Dawataa dengan total enam unit rumah warga rusak. Di kawasan Desa Karing Lamalouk, satu unit rumah dilaporkan mengalami kerusakan, sedangkan di Desa Motonwutun tercatat sebanyak empat unit rumah serta dua unit fasilitas umum mengalami kerusakan serupa.

Bencana ini memaksa sedikitnya 1.100 jiwa penduduk setempat untuk segera meninggalkan kediaman mereka. Para pengungsi yang terbagi atas 670 jiwa dari Desa Terong dan 430 jiwa dari Desa Lamahala Jaya tersebut, memilih untuk melakukan evakuasi secara mandiri ke rumah kerabat maupun mendirikan tenda-tenda darurat di kawasan ruang terbuka yang bebas dari ancaman reruntuhan.

Hingga laporan resmi kebencanaan ini dikeluarkan, pihak BPBD Kabupaten Flores Timur terus mengupayakan proses penanganan darurat secara masif di lapangan. Sebagai langkah respons awal pada fase tanggap darurat, sejak Kamis (9/4/2026) siang, tim BPBD telah bersiaga penuh di wilayah Pulau Adonara.