Berdasarkan Riset, Ini Deretan Kabupaten yang Paling Sering Alami Banjir di Kalbar

"Ingin tahu kabupaten mana saja yang menjadi langganan bencana air bah? Simak daftar daerah rawan banjir di Kalbar berdasarkan hasil riset dan data geografis terkini."
Ingin tahu kabupaten mana saja yang menjadi langganan bencana air bah? Simak daftar daerah rawan banjir di Kalbar berdasarkan hasil riset dan data geografis terkini. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memilih tempat tinggal atau sekadar merencanakan perjalanan akhir tahun di Kalimantan Barat kini tak hanya soal pemandangan yang indah atau akses jalan yang mulus.

Isu lingkungan, terutama bencana banjir yang datang hampir setiap tahun, mau tidak mau memengaruhi gaya hidup masyarakat.

Pernahkah Anda bertanya-tanya, berdasarkan data dan riset nyata, kabupaten mana saja yang paling sering atau rawan terendam banjir di provinsi ini?

Sebuah studi mengenai kerawanan banjir pada permukiman di Kalimantan Barat mengungkap fakta yang cukup mengejutkan: sekitar 92 persen wilayah permukiman di provinsi ini rupanya berada di area yang rawan banjir.

Baca Juga: Waspada Bencana! 5 Alasan Kenapa Alih Lahan Kebun Sawit Memicu Banjir di Kalbar

Pola kejadian yang terus berulang ini dianalisis menggunakan Geographic Information System (GIS) oleh para peneliti, serta didukung oleh data rekapitulasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Berdasarkan gabungan riset wilayah dan catatan kebencanaan tersebut, berikut adalah deretan kabupaten yang sering menjadi “langganan” banjir di Kalbar:

1. Kapuas Hulu dan Sintang

Dua kabupaten di wilayah timur Kalimantan Barat ini hampir tidak pernah absen dari berita banjir tahunan.

Dilalui oleh Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas, wilayah ini sangat rentan terhadap luapan air.

Riset menunjukkan bahwa curah hujan yang tinggi ditambah perubahan tutupan lahan membuat limpasan permukaan (runoff) air hujan mengalir sangat deras.

Kapuas Hulu bahkan menduduki posisi puncak sebagai kabupaten dengan jumlah desa rawan banjir terbanyak.

2. Melawi

Berada tak jauh dari Sintang, Melawi juga memiliki karakteristik hidrologis yang membuatnya sangat rawan.

Aliran sungai yang saling bertemu dan tingginya intensitas hujan kerap membuat debit air naik dengan sangat cepat, merendam ratusan rumah, memutus akses transportasi, hingga melumpuhkan aktivitas ekonomi warga setempat.

3. Mempawah

Jika Anda berpikir daerah pesisir lebih aman, riset pemetaan spasial terbaru justru menunjukkan sebaliknya. Sebuah riset khusus yang menggunakan metode overlay dan scoring menemukan bahwa lebih dari 54 persen wilayah Kabupaten Mempawah masuk dalam kategori rawan banjir. Faktor utamanya adalah kontur lahan yang sangat datar (kemiringan 0-3 persen) dan tingginya intensitas curah hujan di kawasan tersebut.

4. Ketapang

Kabupaten dengan wilayah terluas di Kalbar ini juga kerap mencatatkan ribuan warga yang terdampak banjir setiap tahunnya.

Alih fungsi lahan serta kondisi geografis membuat beberapa kecamatan di pedalaman Ketapang kesulitan menyerap debit air saat musim penghujan tiba secara ekstrem.

5. Sambas dan Bengkayang

Di wilayah utara, kabupaten seperti Sambas dan Bengkayang sering kali harus berhadapan dengan banjir akibat curah hujan lebat sekaligus kenaikan permukaan air sungai.

Interaksi antara air hujan yang turun dari hulu dan pasang surut air laut membuat genangan di area pesisir menjadi lebih sulit surut.

Bencana banjir di daerah-daerah tersebut bukan sekadar fenomena alam biasa, melainkan hasil dari kombinasi intensitas cuaca, kemiringan lereng, hingga dampak jangka panjang perubahan lahan hutan.

Mengetahui peta kerawanan ini bisa membantu kita lebih bijak, entah saat memilih lokasi investasi properti, membangun rumah yang adaptif terhadap genangan, hingga memulai gaya hidup yang lebih ramah lingkungan demi memperlambat efek perubahan iklim.

Baca Juga: Banjir Rezeki, 5 Shio Ini Mendadak Kaya Raya

(Mira)