Lifestyle  

Berdasarkan Riset, Ini Daftar Kabupaten di Kalbar yang Rawan Angin Puting Beliung

"ILUSTRASI - Bencana angin kencang kerap merusak rumah warga secara tiba-tiba. Ketahui deretan daerah di Kalimantan Barat yang rawan puting beliung berdasarkan data dan riset. "
ILUSTRASI - Bencana angin kencang kerap merusak rumah warga secara tiba-tiba. Ketahui deretan daerah di Kalimantan Barat yang rawan puting beliung berdasarkan data dan riset. (Dok. Ist)

Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Memilih hunian yang aman dan nyaman adalah salah satu prinsip utama dalam gaya hidup masa kini.

Selain banjir, ancaman cuaca ekstrem seperti angin puting beliung patut menjadi perhatian khusus bagi masyarakat di Kalimantan Barat.

Fenomena pusaran angin kencang ini kerap kali datang secara tiba-tiba, merusak atap rumah, hingga menumbangkan pohon-pohon besar di sekitar area permukiman.

Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Nasional dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), cuaca ekstrem berupa angin puting beliung sejatinya berpotensi terjadi di seluruh wilayah kabupaten/kota di Kalbar dengan tingkat risiko sedang hingga tinggi.

Namun, merujuk pada analisis cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), ada beberapa wilayah yang tercatat sangat sering dilanda fenomena ini.

Baca Juga: Berdasarkan Riset, Ini Deretan Kabupaten yang Paling Sering Alami Banjir di Kalbar

Berikut adalah daerah yang rawan alami puting beliung di Kalbar berdasarkan riset dan data kebencanaan:

1. Kubu Raya

Kabupaten yang didominasi oleh perairan dan muara sungai ini menjadi salah satu wilayah yang paling sering diterjang puting beliung.

Data monitoring BPBD setempat menunjukkan bahwa kawasan pesisir dan tepian sungai, seperti Kecamatan Sungai Raya dan Sungai Ambawang, merupakan zona merah.

Angin kencang sering kali terbentuk di perairan terbuka sebelum akhirnya menghantam kawasan permukiman warga di pesisir kapuas.

2. Kota Pontianak

Meskipun berstatus sebagai kota besar, Pontianak memiliki topografi datar yang membuatnya sangat rentan terhadap pembentukan angin puting beliung.

Sebuah riset dari akademisi lokal terkait analisis indeks stabilitas udara menunjukkan bahwa kondisi atmosfer Kota Pontianak sering kali memicu pertumbuhan awan cumulonimbus secara masif.

Perubahan suhu dan kelembapan yang ekstrem pada siang hingga sore hari sering kali menjadi pemicu utama munculnya angin puyuh yang merusak bangunan di tengah kota.

3. Kapuas Hulu

Berada di ujung timur Kalbar, Kapuas Hulu tidak hanya rawan banjir dan longsor, tetapi juga angin kencang.

Catatan kebencanaan menunjukkan seringnya rumah warga dan fasilitas umum di berbagai desa rusak akibat sapuan puting beliung yang datang bersamaan dengan badai petir di malam hari.

Wilayah yang diapit oleh pegunungan dan memiliki area hutan luas ini memiliki dinamika cuaca lokal yang sangat fluktuatif.

4. Landak, Bengkayang, Sekadau, dan Ketapang

Berdasarkan pemantauan rutin cuaca ekstrem dari BMKG Kalbar, keempat kabupaten ini masuk dalam kategori waspada terhadap durasi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat.

Perbedaan suhu udara yang signifikan antara pagi yang terik dan kelembapan tinggi menjelang siang sering kali memicu pembentukan awan vertikal yang tebal.

Awan inilah yang kemudian melepaskan energi berupa pusaran angin kencang yang menyapu wilayah-wilayah di pedalaman.

Mengetahui potensi bencana di wilayah tempat kita tinggal bukanlah untuk menimbulkan kepanikan, melainkan agar kita lebih waspada dan siap siaga.

Memangkas dahan pohon yang rapuh di sekitar rumah, memastikan struktur atap terpasang dengan kuat, dan peka terhadap perubahan cuaca secara tiba-tiba adalah bagian dari gaya hidup tanggap bencana yang wajib kita terapkan di Kalimantan Barat.

Baca Juga: Waspada Bencana! 5 Alasan Kenapa Alih Lahan Kebun Sawit Memicu Banjir di Kalbar

(Mira)