Baca Juga: Update Bencana di Indonesia: Korban Banjir Demak Ditemukan, Pasca-Gempa Sulut Kondusif
Berdasarkan rilis data resmi kebencanaan, episenter gempa bumi tersebut terletak pada jarak 21 kilometer arah tenggara Larantuka, NTT.
Pusat guncangan dipastikan berada di wilayah daratan dengan kedalaman yang sangat dangkal, yakni hanya 5 kilometer dari permukaan bumi.
Kedalaman yang sangat dangkal tersebut membuat guncangan terasa amat signifikan. Pada saat kejadian, guncangan dirasakan cukup kuat selama rentang waktu dua hingga empat detik oleh warga sekitar. Hal ini memicu kepanikan warga yang sebagian besar tengah beristirahat pada malam hari.
Merujuk pada laporan sementara pendataan dampak bencana hingga Kamis (9/4/2026) pukul 11.00 WIB, titik lokasi terdampak terparah berada di wilayah Desa Terong, Kecamatan Adonara Timur. Bencana alam ini telah menimbulkan sejumlah korban luka serta kerugian materiel.
Tercatat, sebanyak lima orang warga dilaporkan mengalami luka berat akibat insiden tersebut. Selain itu, terdapat 10 orang warga lainnya yang mengalami luka ringan. Total populasi penduduk yang terdampak langsung oleh guncangan darat ini mencapai 100 kepala keluarga (KK).
Merespons kejadian darurat gempa Flores Timur tersebut, tim dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur telah diterjunkan secara penuh ke lapangan. Kehadiran petugas difokuskan untuk melakukan serangkaian upaya penanganan darurat secara terpadu.
Langkah-langkah strategis yang sedang berjalan meliputi pendataan tingkat kerusakan, monitoring berkala terhadap dampak gempa lanjutan, serta pendirian tenda darurat untuk lokasi pengungsian. BPBD juga telah memulai proses pendistribusian bantuan logistik dasar bagi para warga terdampak di Desa Terong.
Baca Juga: Akhir Pekan Dihantam Cuaca Ekstrem, BNPB Catat Rentetan Bencana Hidrometeorologi di Indonesia
Di tingkat pusat, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus memantau perkembangan situasi. BNPB berkoordinasi secara intensif dengan BPBD setempat guna memastikan seluruh langkah penanganan di lapangan dapat berjalan dengan cepat, tepat, dan akurat sesuai prosedur keselamatan standar.
BNPB secara resmi mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik. Warga diminta untuk segera berlindung ke tempat yang lebih aman atau bergerak menuju area lapangan terbuka apabila sewaktu-waktu terjadi guncangan gempa susulan.
Di samping itu, masyarakat ditekankan untuk selalu bersiaga dan hanya mengikuti arahan serta informasi terkini dari petugas yang berwenang, guna menghindari meluasnya informasi palsu terkait situasi darurat.
(*Red)
















