Melawi  

Krisantus Kurniawan Minta Pemkab Melawi Selektif Susun Program dan Awasi Operasional Perusahaan

"Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan meminta Pemkab Melawi menetapkan prioritas pembangunan di tengah defisit anggaran serta menindak tegas perusahaan nakal."
Wagub Kalbar Krisantus Kurniawan meminta Pemkab Melawi menetapkan prioritas pembangunan di tengah defisit anggaran serta menindak tegas perusahaan nakal. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, MELAWI – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, menekankan pentingnya penetapan skala prioritas dalam perencanaan pembangunan di Kabupaten Melawi.

Hal ini disampaikan mengingat adanya keterbatasan anggaran yang menuntut pemerintah daerah untuk lebih cermat dalam menentukan program kerja yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kabupaten, Krisantus mengingatkan bahwa efisiensi anggaran menjadi tantangan yang harus disikapi dengan kebijakan yang tepat sasaran.

“Saya berharap Musrenbang ini menghasilkan kebijakan yang betul-betul prioritas. Dalam kondisi efisiensi dan keterbatasan anggaran, tidak mungkin semua bisa dipenuhi,” ujarnya saat diwawancarai, Rabu (8/3/2026).

Baca Juga: Sempat Padam Lalu Berkobar Lagi, Empat Rumah Kontrakan di Kuala Belian Melawi Hangus Terbakar

Penurunan anggaran di Kabupaten Melawi yang mencapai Rp268 miliar diakui Wagub menjadi kendala signifikan bagi sektor infrastruktur.

Namun, ia memastikan pemerintah provinsi akan tetap memberikan dukungan terhadap pembangunan di daerah secara bertahap.

“Kita pahami kondisi ini sangat berpengaruh terhadap pembangunan, terutama infrastruktur. Oleh karena itu, pemerintah provinsi akan terus memberikan dukungan,” jelasnya.

Terkait perbaikan jalan yang menjadi kewenangan provinsi, Krisantus menyatakan komitmennya untuk melakukan penanganan secara konsisten.

“Kita anggarkan secara bertahap, pelan tapi pasti, dan dilakukan secara berkelanjutan setiap tahun,” katanya.

Selain persoalan anggaran, Krisantus memberikan peringatan keras kepada para pelaku usaha di wilayah tersebut. Ia menegaskan agar korporasi tidak sekadar mengambil keuntungan tanpa memberikan kontribusi nyata bagi daerah operasional mereka.