“Luar biasa ketika bapak presiden memutuskan harga gabah Rp6.500, persediaan pangan kita cukup kuat. Ada semalam kita rapat, sudah 4,4 juta cadangan pangan kita di gudang-gudang Bulog yang tersebar di seluruh Nusantara,” paparnya.
Pemerintah dan otoritas moneter kini terus memantau pergerakan nilai tukar guna mencegah dampak inflasi yang lebih luas, terutama pada barang-barang konsumsi harian masyarakat yang sangat sensitif terhadap perubahan harga bahan baku impor.
Baca Juga: Rupiah Tembus Rp17.090 per Dolar AS Imbas Lonjakan Harga Minyak Dunia
(Mira)
















