Faktakalbar.id, LIFESTYLE – Pernahkah Anda merasa heran pada diri sendiri karena tidak bisa menaruh hati pada teman sekantor, teman sekelas, atau rekan satu organisasi? Padahal, orang tersebut secara fisik menarik dan memiliki kepribadian yang baik.
Bukannya naksir, Anda justru merasa canggung atau bahkan ilfeel duluan sebelum hubungan dimulai.
Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan psikologis yang masuk akal.
Bukan berarti Anda aneh, namun otak Anda mungkin memiliki mekanisme pertahanan tertentu dalam memandang kedekatan fisik yang dipaksakan oleh lingkungan.
Baca Juga: 4 Tips Cerdas Mengatasi Rasa Ilfeel pada Orang yang Sok Akrab
Berikut adalah alasan ilmiah dan psikologis mengapa Anda sulit tertarik pada orang di satu ruang lingkup:
1. Hilangnya Unsur Misteri (The Loss of Mystery)
Daya tarik romantis sering kali tumbuh dari rasa penasaran.
Saat Anda berada di satu kantor atau satu fakultas, Anda melihat orang tersebut setiap hari dalam berbagai kondisi: saat stres mengejar deadline, saat mengantuk di kelas, hingga kebiasaan makan mereka yang mungkin kurang rapi.
Terlalu banyak informasi yang Anda dapatkan secara cuma-cuma membuat unsur misteri yang memicu ketertarikan menjadi sirna.
2. Efek Kedekatan yang Berlebihan (Overexposure)
Dalam psikologi, ada istilah mere-exposure effect di mana frekuensi bertemu bisa meningkatkan rasa suka.
Namun, ada titik jenuh di mana kedekatan yang berlebihan justru memicu rasa bosan.
Melihat wajah yang sama di ruang yang sama selama berjam-jam setiap hari sering kali membuat otak mengategorikan orang tersebut sebagai “pemandangan latar belakang” ketimbang “pasangan potensial”.
3. Mekanisme Pertahanan Diri (Self-Preservation)
Secara bawah sadar, Anda mungkin takut akan risiko yang muncul jika hubungan tersebut gagal.
Putus cinta dengan rekan kerja atau teman sekelas berarti Anda tetap harus bertemu dengannya setiap hari dalam suasana yang canggung (awkward).
Rasa ilfeel yang muncul bisa jadi adalah cara otak melindungi Anda agar tidak terjebak dalam drama lingkungan yang bisa merusak fokus karier atau pendidikan.
















