Terseret Arus Saat Mandi, Remaja 14 Tahun Ditemukan Meninggal di Riam Kecala Sanggau

"Tim SAR gabungan temukan Inam Apelia (14) yang tenggelam di Riam Kecala, Sanggau. Korban ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras saat mandi. "
Tim SAR gabungan temukan Inam Apelia (14) yang tenggelam di Riam Kecala, Sanggau. Korban ditemukan meninggal dunia setelah terseret arus deras saat mandi. (Dok. HO/Faktakalbar.id)

Faktakalbar.id, SANGGAU — Upaya pencarian terhadap korban tenggelam di Riam Kecala, Desa Pana, Kabupaten Sanggau, berakhir duka. Tim SAR gabungan berhasil menemukan korban bernama Inam Apelia (14) dalam kondisi meninggal dunia pada Senin (6/4/2026) siang.

Insiden tragis ini bermula saat korban sedang mandi bersama teman-temannya di kawasan Riam Kecala pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

Namun, keceriaan tersebut berubah menjadi petaka ketika korban tiba-tiba terseret arus sungai yang sangat deras.

Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, mengonfirmasi bahwa laporan masuk ke pihak Pos SAR Sintang pada Minggu malam melalui BPBD Kabupaten Sanggau.

Baca Juga: Abaikan Keluhan Sopir Soal Sistem Pengereman, Perusahaan Bus Terkait Kecelakaan di Sanggau Diselidiki

“Pada tanggal 5 April 2026 pukul 21.17 WIB, Kantor SAR Pontianak melalui Pos SAR Sintang menerima informasi dari BPBD Kabupaten Sanggau bahwa telah terjadi kondisi membahayakan manusia, yakni satu orang anak tenggelam di Riam Kecala, Desa Pana,” ujar I Made Junetra, Senin (6/4/2026).

Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh rekan-rekan korban di lokasi kejadian, namun terkendala oleh kondisi alam.

“Teman-teman korban sempat berusaha memberikan pertolongan, namun tidak berhasil karena derasnya arus,” tambahnya.

Setelah pencarian mandiri oleh warga pada malam kejadian tidak membuahkan hasil, Tim SAR gabungan langsung dikerahkan untuk menyisir aliran sungai sejak pagi hari. Korban akhirnya ditemukan pada pukul 10.46 WIB pada koordinat 0°7’14.205″ N – 110°40’43.372″ E.

Pasca ditemukan, jenazah korban langsung dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga di rumah duka untuk proses pemakaman. Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian resmi ditutup.