Faktakalbar.id, DONGGALA – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan bahwa kondisi bencana banjir di Kabupaten Donggala, Provinsi Sulawesi Tengah, saat ini telah berangsur surut pada Minggu (5/4/2026).
Sebelumnya, bencana hidrometeorologi basah ini melanda sejumlah kawasan dan berdampak langsung pada ratusan kepala keluarga di wilayah tersebut.
Baca Juga: Cuaca Ekstrem Landa Tasikmalaya, BNPB Peringatkan Bahaya Bencana di Masa Pancaroba
Berdasarkan data yang dihimpun oleh Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, insiden banjir di Kabupaten Donggala ini melanda total enam desa yang tersebar di dua wilayah kecamatan.
Rincian daerah terdampak mencakup Desa Tondo, Desa Dampai, Desa Tanjung Padang, Desa Balentuma, Desa Tompe, dan Desa Lompio yang seluruhnya masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Sirenja. Selain itu, luapan air juga turut merendam kawasan Desa Labean yang berlokasi di Kecamatan Balaesang.
Secara keseluruhan, pendataan tim di lapangan mencatat sebanyak 525 keluarga menjadi korban terdampak akibat rumah dan lingkungan mereka tergenang air.
Bencana ini dipicu oleh tingginya intensitas curah hujan yang turun sejak beberapa hari sebelumnya, yang pada akhirnya menyebabkan debit air Sungai Mapaga meluap tak terkendali dan menggenangi permukiman warga pada Jumat (3/4/2026).
Meskipun genangan air di Sulawesi Tengah telah menyurut, BNPB terus mengeluarkan imbauan kepada pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat agar tidak menurunkan kewaspadaan.
Berdasarkan rilis prakiraan cuaca pada Senin (6/4/2026), wilayah Provinsi Sulawesi Tengah masih masuk dalam daftar daerah yang berpotensi dilanda hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai sambaran petir dan angin kencang, terutama pada pagi hari hingga pukul 10.30 WIB.
Selain ancaman dari faktor hidrometeorologi, BNPB juga mengingatkan masyarakat untuk senantiasa siaga terhadap potensi bahaya geologi yang mengintai, seperti gempa bumi dan erupsi gunung api, yang karakteristiknya dapat terjadi setiap saat tanpa tanda-tanda awal yang jelas.
















