Hujan Lebat Landa Bali, 64 Keluarga Terdampak Banjir di Kabupaten Jembrana

Wilayah terdampak banjir di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Minggu (5/4). (Dok. BPBD Kabupaten Jembrana)
Wilayah terdampak banjir di Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali, Minggu (5/4). (Dok. BPBD Kabupaten Jembrana)

Faktakalbar.id, JEMBRANA – Tingginya intensitas curah hujan kembali memicu bencana hidrometeorologi di wilayah Provinsi Bali. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan terjadinya banjir di Kabupaten Jembrana pada Minggu (5/4/2026) yang mengakibatkan puluhan rumah warga di sejumlah desa terendam genangan air.

Berdasarkan data rekapitulasi Direktorat Koordinasi Pengendalian Operasi BNPB yang diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat, kejadian banjir di Kabupaten Jembrana ini melanda wilayah yang tersebar di dua kecamatan utama.

Baca Juga: Sempat Rendam 7 Kecamatan, Banjir di Kabupaten Bogor Surut dan Pengungsi Kembali ke Rumah

Total terdapat 64 keluarga yang harus merasakan langsung dampak dari masuknya luapan air ke dalam tempat tinggal mereka.

Adapun rincian wilayah yang terdampak banjir tersebut mencakup Desa Mendoyo Dauh Tukad, Desa Yehembang, Desa Pohsanten, dan Desa Delod Berawah yang seluruhnya masuk dalam kawasan Kelurahan Tegal Cangkring, Kecamatan Mendoyo. Selain itu, luapan air juga dilaporkan turut merendam kawasan Desa Air Kuning yang berada di wilayah administratif Kecamatan Jembrana.

Meski sempat menimbulkan kepanikan sesaat di tengah masyarakat, BPBD Kabupaten Jembrana mengonfirmasi bahwa genangan banjir tersebut tidak berlangsung lama dan telah berangsur surut pada hari yang sama. Tim di lapangan juga memastikan bahwa tidak ada satu pun warga yang harus diungsikan atau mendirikan tenda darurat akibat insiden hidrometeorologi ini.

Menyikapi masih tingginya ancaman curah hujan di berbagai daerah di Tanah Air, BNPB terus mengeluarkan peringatan dini. Berdasarkan prakiraan cuaca BMKG hari ini, Senin (6/4/2026), masyarakat di berbagai wilayah, termasuk kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan sekitarnya, diimbau untuk mewaspadai potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang berisiko disertai sambaran petir dan hembusan angin kencang berdurasi singkat.